Prospektif Perjalanan Hidup yang Efektif

Archive for Maret, 2011

Cerbung : Sang Biru Langit – Episode 1

Malam kini semakin larut. Sang rembulan yang terang benderang pun kini mulai tertutup awan. Angin malam pun perlahan menghilang. Akan tetapi, tubuh ini masih merasa diselimuti dinginnya malam.

“Seandainya ia masih di sini, mungkin malam ini terasa hangat” ucapku lirih. Entah mengapa memori masa lalu yang berusaha kulupakan, kini kembali merasuk ke dalam pikiranku. Mengisi pikiranku dan mengingatkanku pada semua masa kelam berbungkus kenangan indah bersamanya. Kenangan yang terbagi atas pecahan dari sebuah rangkaian indah layaknya rangkaian metamorfosa kupu-kupu

(lebih…)

Iklan

My PES

PES

My PES

Kaum Muda Islam

Kaum Muda Islam
Tak lebih dari setitik buih…
Dalam lautan hawa nafsu..

Terbawa..
Terombang ambing..
Dalam kebimbangan..
Dan kontroversi hawa nafsu..

Terjebak..
Dalam lautang cinta semu dunia..
Cinta tanpa ikatan suci..
Dan restu Sang Khaliq…

Terperangkap..
Dalam bujukan setan..
Hingga menjelma menjadi setan..
Dalam kehidupan semu dunia..

Terhapus..
Kesadaran akan Rabb yang di sembah..
Hingga memuja senjata-senjata..
Setan musuh abdi manusia..

Kaum Muda
Sungguh malu kulihat mereka..
Tapi sungguh llebih malu juga bila ku lihat cermin..
Kudapati diriku penuh dosa…

Ya Rabb…
Tak ingin aku hanya bisa menulis..
Tapi ingin bisa rasanya aku bisa bergabung..
Dalam naungan taubatmu..

Tapi entah mengapa..
Hati ini selalu ingin mencurahkan..
Apa yang ada didalamnya…

Kerinduan

Lonely

Terjebak sang rusa ditengah danau..

begitu tenang….

tenang,,

tanpa riak,,

namun ia tetap tenggelam….

 

Terjebak daku dalam kesibukan…..

begitu menyenangkan,,

menyenangkan,,

tanpa kegelisahan,,

numun diri tetap merindu…

 

Diri ini tetap merindu lapisan awan putih menghiasi langit biru..

Diri ini tetap merindu lembayung senja di ujung dunia,,

menyaksikan betapa indahnya lukisan alam,,

yang bersamanya..

ada kebebasan..

ketentraman..

kedamaian..

kemewahan yang mungkin tak terbandingkan,,

sebagai hasil tafakuri alam..

 

Daku mungkin tak jauh beda dengan sang alif kecil,,,

yang terlantun dari suara merdu snada,,,

Hasrat Cinta

i love Allah

……………

Bila sudah tak mungkin

Walau hasrat itu masih ada

membuncah dalam hati…

 

Namun..

 

Biarlah cintaku melayang jauh..

Seberat apa pun hati menahannya…

Sehina apa pun kisah bersamanya…

 

Dan biarlah….

Kicau burung menceritakan semua…

Para gunung mendengar semua..

dan Bintang menertawakan semua

 

Namun perasaanku tenang..

Cinta semu itu telah pergi..

Bersama Perasaan Keduniaan…

 

Dan biarkan aku menceritakan..

Cinta Sejatiku….

 

Engkau Ya Rahman……

 

Waspada Ketika Ingin Kuliah Diluar Negeri

Beasiswa

Diambil dari artikel akh Danang Ambar Prabowo

Journal Of Pembuat Jejak

Kuliah ke luar negeri masih menjadi salah satu impian besar banyak orang di Indonesia. Selain karena alasan gengsi dan jalan-jalan yang pasti seru, banyak yang berpandangan kuliah keluar negeri dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan diri.
Namun, ternyata kuliah keluar negeripun harus disertai dengan banyak persiapan, perencanaan, dan pertimbangan yang matang. Karena tanpa ketiganya, hasil kuliah di luar negeri nantinya bisa saja menjadi “nonsense” ketika pulang ke tanah air.
Kok bisa? Bisa saja dan sepertinya dibisa-bisakan saja di negeri bernama Indonesia.
Beberapa hari ini saya iseng-iseng browsing tentang pengakuan dan penyetaraan ijazah lulusan universitas di luar negeri oleh kementrian pendidikan nasional Indonesia. Ternyata prosedurnya cukup ribet dan sepertinya membuat pusing banyak orang, khususnya mereka yang tengah berada di negeri asing untuk menuntut ilmu.
Mengapa demikian? Ternyata, seorang lulusan dari luar negeri (dari universitas terkemuka yang masuk rangking atas universitas duniapun) tidak dapat serta merta diakui ijazahnya di Indonesia tanpa melalui proses penyetaraan ijazah di Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI). Tak peduli apakah ia lulusan S1, S2, atau S3 sekalipun, tanpa proses penyetaraan ijazah di DIKTI… maka ijazah yang diperoleh dengan susah payah di negeri seberang bisa jadi tak berguna sedikitpun untuk melanjutkan karir di negeri sendiri.
Yang cukup menyakitkan adalah… ternyata beberapa ijazah S1 dari luar negeri setelah disetarakan di Indonesia hanya diakui sebagai ijazah yang setara D3 dan D4 saja. Bahkan ada yang telah selesai S3 dengan gelar Ph.D sekalipun ijazahnya hanya diakui sebagai ijazah lulusan S2. Bahkan kemungkinan besar ijazah jenjang apapun dari suatu universitas di luar negeri sana tidak dapat disetarakan / lama proses penyetaraannya di DIKTI karena universitas tersebut tidak masuk dalam daftar universitas yang diakui oleh DIKTI. Masya Allah…
Mungkin maksud dari pemerintah Indonesia adalah baik, yaitu agar tidak terjadi pemalsuan ijazah belajar seperti yang pernah marak terjadi bertahun-tahun silam, dimana ada orang yang mengaku memiliki ijazah S1 dari sebuah perguruan tinggi, tetapi setelah dikonfirmasi perguruan tinggi itu ternyata fiktif belaka. Atau memang begini sistem di Indonesia yang melihat orang dari “surat-surat”nya dan bukan pada apa yang ia kuasai dalam keahliannya. Wallahualam…
Maka dari itu, kepada rekan-rekan yang berkeinginan melanjutkan kuliah ke luar negeri, hendaknya merencanakan dengan baik, jurusan/universitas mana yang akan dituju nantinya dan apakah ijazah lulusannya dapat diproses di DIKTI untuk penyetaraan atau tidak. Tentu Anda tidak mau sudah bersusah payah selama 2-5 tahun di negeri seberang untuk menuntut ilmu tapi akhirnya ijazahnya gak diakui di Indonesia bukan?!
So… rencanakan dengan matang dan baik. Jangan sampai pula karena hanya ingin kuliah ke luar negeri, semuanya dilakukan tanpa pertimbangan dan perencanaan yang baik, karena bagaimanpun tidak menjadi jaminan kuliah di luar negeri lebih baik daripada kuliah di negeri sendiri.
Sebagai rujukan awal mungkin anda bisa mendownload data berikut ini

Presentasi Pelanggaran HAM Timor Leste

Berikut ini adalah presentasi tentang pelanggaran HAM di Timor Leste…

DOWNLOAD


Semoga Bermanfaat 🙂