Prospektif Perjalanan Hidup yang Efektif

SANG PEMBUAT JEJAK

DIKUTIP DARI PESERTA WSC Aku Bisa

Aku tak punya alasan untuk tidak mengagumi tokoh yang satu ini. Dan kupikir siapapun yang mengetahui kisahnya juga akan takjub dengan perjalanan hidupnya. Aku tak punya kuasa untuk tidak ikut berbagi inspirasi seperti yang dilakukan pria dengan motto hidup ‘apapun yang terjadi padaku adalah yang terbaik dari Allah bagiku’ ini.

Ayah dan ibunya menuliskan nama Danang Ambar Prabowo pada akta kelahirannya. Dialah Sang Pembuat Jejak, sebuah film dokumenter yang menceritakan perjalanannya menggapai mimpi-mimpi dengan menuliskannya di atas lembaran kertas.Film ini banyak beredar di kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai upaya membangkitkan semangat juang meraih mimpi.

Lahir di Bantul, Yogyakarta di tanggal pertama bulan terakhir kalender Masehi, 1 Desember 1984. Namun, menghabiskan masa kecil hingga remajanya di kota Bengkulu provinsi Bengkulu. Menamatkan SD di SDN 71 Bengkulu (1998) namun sebagian ditempuh di Muenchfeld Grundschule dan Integrierte Gesamtschule (IGS)-Mainz di Jerman pada tahun 1994-1997

Ia punya kisah unik dengan namanya. Saat kecil, teman-temannya sering tertawa dan berkata “ Iih. . namanya kayak cewek” begitu mendengar namanya disebut lengkap, apalagi di kelasnya ada teman perempuan yang bernama Ambarwati. Biasanya Ia akan diam atau kabur sambil sesenggukan menanggapi ejekan itu. Ditilik dari nilai historis, namanya memiliki sejarah tersendiri.Ketika lahir dari rahim ibunya, ayahnya masih berada di Ambarawa melakukan penelitian untuk tugas akhir di UGM. Jadi untuk mengenang hal tersebut, ayahnya menyematkan kata Ambar pada nama tengahnya. Meski senang mengetahui namanya yang bersejarah, tapi dalam hatinya masih terbersit rasa tidak puas dengan penjelasan itu.Ayahnya pun berkata,” Nanti kamu akan tahu artinya, itu adalah doa dan harapan kami padamu.”

Karena tidak terlalu mengerti dengan apa yang diucapkan ayahnya, Ia memilih untuk tidak lagi ambil pusing dengan hal itu. Hari-hari pun berlalu, pendidikannya berlanjut ke SLTPN 1 Bengkulu (2001) dan mendapat ijazah SMA di SMUN 5 Bengkulu (2004).

Suatu hari, Ia melintas di depan sekumpulan ibu-ibu yang tengah mengerubuti sesosok bayi mungil dalam pelukan ibunya. Kemudian Ia mendengar salah seorang diantara mereka berceletuk, “ Wah, nama anak itu kan doa dan harapan ibu bapaknya”. Lalu Iateringat ucapan ayahnya dan langsung menuju warnet terdekat, searchingsana-sini, mencari arti namanya dan ia temukan jawabannya. Danang kurang lebih berarti laki-laki, Ambar berarti keharuman, Prabowo adalah gabungan dari dua kata yaitu pra berarti sebelum dan bowo berarti membawa.Setelah diutak-atik, gabungan makna dari setiap arti namanya adalah laki-laki yang membawa keharuman. Berangkat dari sini ia bertekad untuk mewujudkan doa dan harapan orangtuanya yang mereka ucapkan dalam sebuah nama itu.

IPB adalah tujuannya setamat SMA.Ia berhasil mendapat gelar Sarjana Perikanan (S.Pi) Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB. Lalu tahun ini, 2010, menikahi Riski Kurnia Ariyanti S.Si yang juga alumni IPB dan guru SDIT Ummul Quro Bogor di tahun ini.

Layaknya Gatotkaca yang digodok kekuatannya dalam kawah candradimuka, maka demikian pula halnya IPB bagi Danang. Institut bergengsi di Indonesia ini merepresentasikan kawah candradimuka bagi pria yang memiliki hobi membaca, menulis, traveling , dan senam ini. Danang benar-benar bisa melejitkan potensinya secara optimal di kampus IPB. Disanalah Sang Pembuat Jejak bermula.

Disana ia dipertemukan dengan Ust. Aris Ahmad Jaya, seorang pembicara dalam acara Achievement Motivation Center yang diselenggarakan DKM Al Hurriyah. Dengan iringan backsound musik instrumental gubahan komposer terkenal Jepang berjudul koi Sang Ustadz berhasil menghipnotis Danang dengan kata-kata motivasinya yang menghentak penuh semangat.

“ Banyak orang yang memiliki mimpi, namun mimpinya itu akhirnya tetap menjadi impian dan khayalan belaka. Alasannya adalah karena mereka menuliskan mimpi-mimpi mereka di dalam ingatan saja. Padahal ingatan manusia itu terbatas. Akibatnya kebanyakan dari mereka itu lupa dengan mimpinya dan ketika ingat kembali, waktu mereka telah habis dan hanya penyesalan yang dirasa.”

Demikian petuah Ust.Haris yang berhasil ia catat lalu dipublikasikan dalam blognya http://danangap.multiply.com/. Kalimat Ust. Aris yang juga ia ingat dan catat adalah,” Ubah! Ubah cara pandang Anda! Ubah bagaimana Anda menuliskan mimpi Anda. Jangan tulis dalam ingatan Anda yang terbatas, karena hal itu ibarat Anda menulis di atas pasir. Ketika angin bertiup, hilanglah tulisan itu. Tuliskan secara nyata. Di atas kertas. Tuliskan mimpi-mimpi Anda di atasnya. Tempatkan dimana Anda akan sering melihatnya. Jika Anda ragu-ragu tulis saja 100 target yang ingin Anda capai selama di IPB!

“. . . Dan nanti Anda akan lihat bagaimana luar biasanya Allah mewujudkan setiap mimpi-mimpi itu. Jauh lebih luar biasa dari yang bisa Anda bayangkan. Tuliskan segera dan suatu hari yang akan Anda lihat hanyalah coretan-coretan. Coretan karena Anda telah mencapainya.”

Dan itulah yang Danang lakukan, menuliskan 100 target hidupnya dalam dua lembar kertas buram kemudian menempelkannya di pintu lemari baju sehingga teman-temannya juga bisa dengan jelas melihatnya.

Babak ujian pun dimulai, komentar-komentar bernada sumbang mampir ke telinganya . “ Buat apa Nang kamu nulis repot-repot begitu?” atau “ Sombong banget sih lo!” ada lagi “ Udah Nang, ini bukan lagi zamannya untuk bermimpi. Realistis sedikit lah . .” Mendengar cemoohan dan kata-kata meremehkan dari teman-teman, akhirnya ia melepas dua lembar kertas itu lantas memindahkannya di atas tempat tidur. Ia bisa tetap melihatnya ketika hendak tidur tanpa ada lagi yang berkomentar sinis.

Pada akhirnya, sang waktu menjadi saksi keberhasilannya mencapai mimpi-mimpi itu. Satu per satu ia coret daftar rincian target-targetnya. Ia buktikan pada orang-orang yang dulu meragukan kemampuannya, bahwa Allah telah mewujudkan mimpinya bahkan rencana Allah jauh lebih luar biasa, persis seperti yang dikatakan Ust. Aris tempo lalu.

Berikut adalah mimpinya yang terwujud dan ia tuangkan dalam blognya.

“ Mahasiswa berprestasi . . meski awalnya hanya aku tuliskan setelah mendengar cerita mas Anuraga Jayanegara dan terinspirasi dari majalah-majalah mahasiswa, ternyata . . tak aku sangka akan bisa mencapainya. Bahkan hingga tingkat nasional dan menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang begitu bergengsi dan MTQ Mahasiswa Nasional . . tak ku sangka aku bisa kesana dengan cara-cara luar biasa dan tak terkira, padahal mulanya semua itu terinspirasi dari penuturan kakak tingkat atau teman-teman di kampus.

Setiap kali mengingat semua itu sepenggal lirik nasyid Justice Voice yang terinspirasi dari QS. Ar-Rahman terdengar begitu nyaring di kepalaku ‘ Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?’. Dan kini ketika menatap dua lembar kertas usang yang hampir tercerai berai itu . . 83. Ya. Target nomor 83 bertuliskan ‘Aku ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri setamat IPB’. Ternyata Allah membukakan jalan bagiku ke Jepang . . sebelum tamat dari IPB . . dan dimulailah jejak-jejak itu . .’

Ya. Ia lolos mengikuti short term exchange program at DAB Utsunomiya University, Japan tahun 2007-2008. Demikianlah kisah pria yang kini beralamat di jalan Babakan Raya (bara) 6 No.165 Rt.04 Rw.07 Darmaga Bogor 16680. Prestasinya telah bertumpuk seiring dengan tambahan coretan-coretan di dua kertas usangnya. Ia menjadi pemenang terbaik I delegasi Indonesia ke Bayer Eco-Minds Youth Forum 2009 di Auckland-Rotorua, New Zealand. Atas kisahnya yang inspiratif BEM KM IPB memberinya gelar The Most Inspiring People 2009, Bakti Pendidikan Untuk Generasi Bangsa (BUGS). Targetnya yang ke-147 ‘ Mengibarkan bendera merah putih di Gunung Fuji’ juga sudah berhasil ia coret. Bulan Oktober mendatang Ia akan berangkat ke Jepang lagi melanjutkan S2 di bidang Marine Biology di Ryukyus, Okinawa melalui beasiswa Monbukagakusho dari pemerintah Jepang . Sekarang ia menjadi trainer pemula pada ABco Sugesti Motivindo Bogor. Dengan segala pencapaiannya itu Ia telah mewujudkan harapan dan doa orangtuanya, menjadi laki-laki yang membawa keharuman.

Kita bisa memetik selaksa hikmah yang luar bisa dari pengalaman hidupnya.Menuliskan mimpi secara nyata di atas kertas ternyata sangat efektif untuk membantu kita mencapainya.Jangan pernah ragu menuliskannya secara detail.Tak perlu khawatir dengan cemoohan dan ejekan orang ketika melihat daftar target-terget kita. Jadilah seperti tokek budek yang terus merangkak mencapai puncak meski diolok-olok dan diremehkan, serta diragukan kemampuannya mencapai titik tertinggi tiang panjat pinang. Kita hanya butuh fokus pada tujuan kita. Niatkan sepenuh hati, berkomitmen penuh, dan take action!

Allah akan menilai sejauh mana usaha yang kita lakukan. Dia pula yang akan menentukan hasilnya. Dia hanya akan memberikan yang terbaik bagi hambanya yang tulus ikhlas, tidak mudah putus asa, bersungguh-sungguh, dan percaya bahwa pertolongan Allah itu dekat. Bahwa kita bisa!

Aku pun telah mengikuti jejak Danang Ambar Prabowo. Menuliskan mimpi-mimpiku di atas kertas, mulai dari hal-hal yang terlihat remeh-temeh hingga hal-hal yang terkesan sangat mustahil untuk dicapai. Kulakukan hal ini sejak sekitar setahun yang lalu,saat pertama kali menyaksikan film dokumenter Danang Ambar Prabowo berjudul Sang Pembuat Jejak.

Targetku nomor dua lulus UM UGM telah kucoret.Bahkan sampai sekarang rasanya masih sulitdipercaya telah hampir setahun aku tinggal di Jogja belajar bahasa dan sastra Arab, bahasa Qudwah hasanah umat Islam, bahasa Al-Quran, buku terlaris sepanjng zaman. Target yang pada akhirnya mengantarku untuk mencoret target-target berikutnya yaitu menjadi bagian dari FLP serta memenangkan beberapa kompetisi menulis tingkat lokal.Sebuah langkah awal untuk melangkah naik ke anak tangga keberhasilan selanjutnya.

Aku juga telah mencoret target yang terkesan mudah dicapai, meski sebenarnya hal itu tetap menjadi sesuatu yang berharga bagiku seperti misalnya ganti ponsel baru, belajar berwirausaha, memberi hadiah kepada seseorang, menonton film-film inspiratif, dan membeli buku-buku dalam rangka mewujudkanmimpi untuk membangun sebuah perpustakaan di rumah kemudian menyewakannya pada tetangga.

Begitu luar biasanya kekuatan sebuah mimpi. Maka, apa lagi yang harusditunggu? Lekas tuliskan mimpi-mimpi besar kita secara nyata.Di atas kertas.Percayalah bahwa kita bisa.Danang Ambar Prabowo telah membuktikannya pada kita semua. Never give up! Karena kita pasti bisa!

Data diri

Nama : DANANG AMBAR PRABOWO, S.Pi
TTL : Bantul, 1 Desember 1984
Hobi : Membaca, menulis, travelling, selam, dan fotografi
Motto Hidup : Apapun yang terjadi padaku adalah yang terbaik dari Allah bagiku
Alamat : Jl. Babakan Raya (Bara) 6 No. 165 RT.4 RW.7, Darmaga Bogor, 16680
HP : 0813-871-20-270
Email : danang_ap7@yahoo.uk/ danangaptujuh@gmail.com
Web : http://danangap7.multiply.com
Cita-cita : Menjadi dosen/peneliti atau bekerja di bidang kemanusiaan dan lingkungan hidup dibawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Riwayat Pendidikan dan Pelatihan
• Sarjana Perikanan (S.Pi) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (2009)
• Short Term Exchange Program at DAB Utsunomiya University, JAPAN (2007-2008)
• SMU Negeri 5 Kota Bengkulu (2001-2004)
• SLTP Negeri 1 Kota Bengkulu (1998-2001)
• SD Negeri 71 Pematang Gubernur, Kota Bengkulu (1997-1998)
• Intergrierte Gesamtscule (IGS), Mainz-Bretzenheim, Germany (1996-1997)
• Muenchfeld Grundschule, Mainz-Gonsenheim, Germany (1994-1996)
• SD Negeri Mandingmas II, Pranti Gadingharjo, DI Yogyakarta (1991-1994)
• Japanese Language Course, Kokusai Gakubu, Utsunomiya University, 2007
• Scuba Diving, One Star (A1) Internasional, Fisheries Diving Club (FDC)-IPB, 2007
• Selam Ilmiah dan Observasi Bawah Air, ITK-IPB, 2006
• Leadership and Lifeskill Training, Forum Indonesia Muda (FIM) IV, Cibubur 2006
• ESQ Leadership Training, Angkatan III Bogor, 2006
• Training for Trainer (TFT) Asisten Pendidikan Agama Islam (PAI) IPB, 2006
• Trainer to be Trainer (TBT) Asisten Pendidikan Agama Islam (PAI) IPB, 2005
• Daurah Marhalah (DM) 1, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komsat IPB, 2005

Riwayat Organisasi
•  Trainer Pemula pada ABCo Sugesti Motivatindo Bogor, 2005-sekarang
•  Anggota KOMPAS Citizen Photographer
•  Anggota Utsunomiya University Photography Club
•  Anggota Greenpeace International Forum: Louder Than World
•  Asisten PAI IPB 2005-2006
•  Asisten Trainer Character Building Centre (CBC) ABCo Training Centre Bogor
•  Ketua Dept. Infokom Forum Keluarga Muslim FPIK (FKM-C) 2005/2006
•  Wk. Ketua 2 Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (HIMITEKA) FPIK-IPB 2006/2007
•  Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) UKM IPB
•  Ikatan Mahasiswa Bumi Rafflesia (IMBR) Bengkulu, OMDA IPB
•  UKM Taekwondo Institut Pertanian Bogor
•  Marine Instrumentation & Telemetry (MIT) Club IPB 2006/2007
•  Pengurus DKM Al Hurriyah IPB, 2005/2006
•  Anggota Departemen Pengabdian Masyarakat, KAMMI Komisariat IPB 2005/2006
•  Anggota MPK SMU Negeri 5 Kota Bengkulu
• Tim Olimpiade Kimia Propinsi Bengkulu ke Tingkat Nasional 2002
• Departemen Syi’ar dan Hubungan Masyarakat RISMA Surya Ramadhan SMU Negeri 5 Bengkulu
• Ketua OSIS SMU Negeri 5 Kota Bengkulu 2002-2003
• Wakil Ketua 1 OSIS SMU Negeri 5 Kota Bengkulu 2001-2002
• Ketua Harian Taekwondo SMU Negeri 5 Kota Bengkulu 02-04
• Ketua Harian Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Ranting SLTP N 1 Kota Bengkulu

Prestasi dan Penghargaan
• Mahasiswa Berprestasi Peduli Lingkungan Hidup 2009, Rektor IPB Award
• The Most Inspiring People 2009, Bakti Pendidikan Utk Generasi Bangsa (BUGS) BEM KM IPB
• Pemenang Terbaik 1 Delegasi Indonesia ke Bayer Eco-Minds Youth Forum 2009 di Selandia Baru
• Finalis Terbaik Nasional Seleksi Beasiswa Ajinomoto Program Master ke Univ. of Tokyo, Jepang
• Pemuatan profil dalam Sampoerna untuk TUNAS BANGSA di Trans 7
• Pemuatan 3 Foto hasil Winter Photo Hunting di Majalah Maronie di Tochigi “Maronier”, Jepang
• Mahasiswa Berprestasi Terbaik 1 tingkat Nasional
• Finalis Seleksi Tahap II International Student Conference to Ibaraki University
• Juara 1 Lomba Karya Tulis Nasional ACTION-MISETA
• Juara 1 tim pameran IPB Lomba Gelar Produk Non-PKM di Pimnas XX 2007, Univ. Lampung
• Juara Harapan II Lomba Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an MTQ Mahasiswa Tk Nasional
• Mahasiswa Berprestasi Terbaik 1 Institut Pertanian Bogor (IPB)
• Juara II Bersama KIAS Lomba Nasyid PORIKAN
• Mahasiswa Berprestasi 1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
• Wakil IPB Pertukaran Pelajar ke Utsunomiya Univ. of Japan, 2007- Tochigi Prefecture (2007-2008)
• Finalis Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan (LITL) 2007, ITS Surabaya
• Peserta Lomba Karikatur Lingkungan Tk Nasional LITL-ITS
• Pemuatan Foto di Web Harian Bengkulu, “The White Mosque dan Bunga Pantai Panjang”
• Peserta Lomba Karikatur PIMNAS XIX di Universitas Muhammadiyah Malang
• Juara I bersama Tim Nasyid KIAS Lomba Nasyid PORIKAN
• Juara III LCT Biologi, FKIP Universitas Bengkulu
• Juara I LCT Kimia, FKIP Universitas Bengkulu
• Medali Perunggu Kejurda Taekwondo Pengda Cup I Kota Bengkulu
• Peserta Lomba Kimia X se-Sumatera, Universitas Andalas Padang
• Peringkat V Bintang Fisika Raflessia, Universitas Bengkulu
• Perwakilan Tim Olimpiade Kimia Propinsi Bengkulu ke Olimpiade Kimia Nasional, Jogjakarta
• Peserta Terbaik Pekan Apresiasi dan Kreativitas Siswa Tk. Nasional, Jakarta
• Medali Perak Kejurda Karate Danrem Cup II se-Propinsi Bengkulu
• 1st Winner English Speech Competition Tingkat SLTP & SLTA, Se-Propinsi Bengkulu
• Juara III, Drei WettKampf, Jugendsportfest, Wilayah Rhein Hessen, Germany


Iklan

Comments on: "SANG PEMBUAT JEJAK" (6)

  1. saya sangat suka cerita ini,,saya mencari video nya baru ketemu kali ini, untuk motivasi orang2 di kampung saya.
    terima kasih sudah menyajikannya,semoga bermanfaat buat saya dan yang lain.

  2. Gina Mardani C. said:

    terimakasih videonya, inspiratif! ngomong-ngomong ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan. backsound videonya yang lagu jepang judulnya apa dan penyanyinya siapa? keren deh. terus dan satu lagi, saya masih terngiang-ngiang saat Mas Danang di sangka orang kaya, karena dia menjadi mahasiswa terbaik nasional, jika tidak kaya. mengapa beliau bisa bersekolah di Intergrierte Gesamtscule (IGS), Mainz-Bretzenheim, Germany. melanjutkan sekolah dasarnya di jerman. pastilah keluarga beliau dasarnya berkecukupan. ini hanya menurut kesimpulan saya, terimakasih.

    • Alhamdulillah apabila anda suka 🙂 Sebenernya Kak Danang memang bukan orang kaya tapi orang tua tepatnya ayahnya, pernah dapet beasiswa ke jepang sehingga beliau bisa sd di sana. Meskipun begitu beliau bukanlah orang yang terlalu kaya. Hanya berkecukupan.
      Mungkin kondisi saya sendiri tidak lebih baik dari akh Danang.. Tapi jujur saya sendiri merasakan keajaiban seperti yang akh Danang rasakan.. Oh iya saya sendiri masih SMA dan belum lulus UM UGM seperti yang tertulis di sana, itu merupakan tulisan orang lain yang saya foward.. Tapi jujur kisah saya sama dengan orang lain tersebut.. So let’s try! 🙂 Barakallahu fiik

    • Maaf maksud saya ayah Kak Danang pernah dapet beasiswa ke Jerman bukan Jepang 🙂

    • Untuk lagu, Penyanyinya : Seamo Judulnya : Mother

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: