Prospektif Perjalanan Hidup yang Efektif

Archive for April, 2011

Kapan sih OSN?

Kapan sih OSN?

Yah itulah pertanyaan mendasar yang terus ditanyakan ke pembimbing tim olimpiade. Sebenarnya wajar saja jika pertanyaan tersebut terus ditanyakan mengingat OSN tahun kemarin diadakan pada bulan April untuk tingkat kabupaten dan kota.

Wah jangan-jangan tahun ini tidak ada OSN lagi!?

Ternyata tidaOSN punya jadwal baru. Ini disesuaikan dengan surat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Nasional Nomor 87/Dikmen-SMA/1/LL/2011 tangal 19 Januari 2011 tentang Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota dan Propinsi Tahun 2011, yang berisi bahwa :

  1. Seleksi tingkat kabupate/kota dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2011, untuk mata pelajaran matematika, fisika, kimia dan biologi. Tanggal 11 Mei 2011, untuk mata pelajaran komputer, astronomi, ekonomi dan kebumian.
  2. Seleksi tingkat propinsi dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2011, untuk mata pelajaran matematika, fisika, kimia dan biologi. Tanggal 8 Juni 2011, untuk mata pelajaran komputer, astronomi, ekonomi dan kebumian.
  3. Peserta seleksi tingakt kabupaten/kota untuk setiap sekolah maksimal diwakili 3 (tiga peserta setiap bidang lomba, sedangkan untuk peserta Olimpiade Sains Propinsi (OSP) adalah para pemenang 1, 2, dan 3 dari kabupaten/kota untuk setap bidang.

Wah ternyata tinggal sebentar lagi Olimpiade Sains Nasional akan dimulai, karena itu ayo persiapkan diri kita semaksimal mungkin.  Semoga sukses di bidangnya masing-masing!

Iklan

Iklan Si Panda

Iklan? banyak di Indonesia, akan tetapi mungkin mayoritas dari iklan yang ada di saluran televisi tak begitu menarik, dan seringkali justru mengganggu acara nonton kita. Akan tetapi, di luar negeri banyak iklan-iklan yang tak kalah seru dengan film yang sering ditonton. Ini dikarenakan ada sebuah inovasi di bidang priklanan di luar negeri

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa iklan yang  menarik diantarnya yang paling banyak adalah iklan rokok. Akan tetapi terkadang iklan rokok juga tidak menonjolkan produk yang ditampilkannya.Sedangkan di luar negeri, kemenarikan iklan benar-benar mampu dieksploitasi sebagai sarana marketing.

Iklan Panda Cheese adalah salah satunya. Keju produksi dari Arab Daily ini begitu tenar di Mesir dan Timur Tengah. Selain pintar membuat iklan menarik. Pihak marketing Panda Cheese juga mampu mengeksploitasi iklan menjadi salah satu sarana penting marketing mereka.

Setelah melirik dari contoh iklan di luar negeri tersebut, iklan di Indonesia diharapkan mampu lebih inovatif dan kreatif dalam beriklan dan mampu menggunakan iklan sebagai sarana marketing suatu produk

Langit Itu, Kini Biru

Perubahan iklim memang telah menyebabkan berbagai dampak, diantaranya adalah panjangnya musim hujan, yang berdampak seringnya muncul awan, yang berdampak jarangnya ku jumpai langit biru.

Masih segar di ingatanku ketika hujan selalu terjadi di siang hari. Atau jika tidak hujan maka awan gelap akan menutupi langit biru. Entah mengapa keindahan langit pun seakan sirna.
Namun kemarin ku dapati langit begitu biru, indah merona. Sebuah pemandangan yang membuatku berdeak kagu. Akan tetapi aku yakin tak banyak yang kagum seperti diriku. Mungkin mereka hanya merasa itu hal yang biasa, bahkan jika mereka tahu aku nekad memfoto “langit biru” mungkin mereka akan tertawa. Padahal di saat langit begitu gelap, mereka merindukan sang langit biru.

Aku sendiri memang sangat menyukai langit biru, karena ia telah mencerminkan begitu indhanya sebuah kebebasan. Langit biru tak pernah kutemui berujung.  Hal itu sangat identik dengan keinginanku menemukan arti kebebasan. Hingga kusadari langit biru juga pernah tertutup awan, tetapi di balik awan itu sang langit biru tetap bebas tak terputus.

Filosofi sang langit pun membuatku  menyadari, kebebasan selalu ada, di mana pun, dan kapan pun. Akan tetapi terkadang ia tertutup beberapa peraturan yang sebenarnya takkan memutus arti sebuah kebebasan.

Dunia Itu Sempit #1

Siang itu aku akan berangkat menuju Monumen Nasional untuk mengikuti aksi solidaritas Timur Tengah. Aksi solidaritas ini bertujuan untuk menunjukkan kepedulian PKS terhadap besarnya tekanan terhadap bangsa Timur Tengah terkait dengan banyaknya tuntutan reformasi pada negara-negara Timur Tengah, seperti di Libya, Mesir dan Tunisia

Aku pun berangkat sekitar pukul 1 siang. Sebenarnya aku sadar bahwa kemungkinan aku akan terlambat karena bis dari DPC berangkat pukul 1 tepat. Akan tetapi, tak ada salahnya mencoba. Aku pun mengendarai motor secepat yang ku bisa. Situasi semakin buruk ketika motor yang kukendarai kehabisan bensin. Untunglah di seberangnya terdapat SPBU. Setelah mengisi bensin, aku pun melanjutkan perjalananku menuju DPC yang tak jauh lagi.

Ternyata dugaanku benar, sesampainya aku di sana. DPC telah tutup dan terkunci. Awalnya aku begitu kesal. Akan tetapi, aku pun tak mau kalah dengan keadaan yang ada. Kutelepon ayahku dan minta pendapatnya, mengingat STNKku yang hilang, ayahku pun menyuruhku menitipkan motor di swalayan terdekat lalu menuju Blok M dengan metro mini. Akan tetapi di tengah perjalanan, aku mendapat ide lain. Ide itu adalah menaiki kereta. Selain lebih simpel dan lebih cepat, kereta juga murah.

Akhirnya berbekal semangat dan nekat yang ada, aku pun menuju stasiun. Setelah menitipkan motor, aku pun memesan tiket terjauh, karena memang aku tak tahu jalan dan tak berpengalaman. Akhirnya ku dapati tiket menuju Tanah Abang.

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya kereta tiba. Aku pun mencari blok kereta yang nyaman. Ketika akhirnya kumasuki blok yang kurasa paling nyaman, aku pun terperanjat. Ada seseorang yang mengenakan baju DPW Bmanten sama sepertiku. Aku pun berusaha menyapanya.

“Assalamualaikum A`. Mau ke Monas juga?” tanyaku seraya menjulurkan tangan.

“Waalaikumsalam, iya. Antum juga?” balasnya sambil menjabat tanganku

“Iya. Kenalin ane Miqdad. Kakak?”

“Ane Tian. Antum dari Pondok Aren?”

“Iya. Kakak dari mana?”

“Oh ane dari Setu. Di Batan tepatnya.”

“Wah ane sekolah nggak jauh dari Batan tuh. Di SMAN 2”

“Oh iya deket ya”

Begitulah percakapan antara kami, begitu kental meski baru saja mengenal.  Allah seakan mempertemukanku dengannya dengan keterlambatanku tadi. Subhanallah!

Namun hal yang paling mengejutkan dan luar biasa adalah beliau pernah bertemu murabbi/mentorku.

Kenapa?

Karena ternyata ia satu pondok pesantren dengan murabbiku. Padahal murabbiku juga satu pondok pesantrenku. Masya Alllah! Dunia ini begitu sempit!

Satu hal lagi. Ketika turun dari Tanah Abang dan menaiki Kopaja sampai Tamrin. Aku berjumpa dengan ikhwah-ikhwah dari PKS yang kemudian sedangkan mengumpulkan dana. Hebatnya mereka juga alumni pondok pesantrenku. Husnul Khotimah!!

Allahu Akbar! Dunia memang begitu sempit bagi hambanya yang saling menjaga ukhuwah dan membangun silaturahmi!!

Yang Muda, Yang Beda, Yang Berguna

Malam itu seperti biasa aku pergi menuju masjid Biatul Maal di kampus STAN. Hari ini memang agak berbeda karena biasanya aku berangkat jam delapan. Akan tetapi, hari ini aku akan memulai kegiatan mentoring pada jam setengah sembilan. Seperti biasa aku pun berangkat dengan menggunakan motor Supra Fit tercinta.

Sesampainya aku di sana, kudapati banyak orang yang membawa barang bawaan. Selidik demi selidik ternyata baru saja ada acara rihlah ke puncak dan orang-orang tersebut turun dari bis di masjid Baitul Maal tersebut.

Murabbiku pun berhasil ku temui di salah satu sudut masjid tersebut. Beliau bersama dengan salah satu sahabat mentoringnya yang kebetulan ku kenal. Kak Malik. Itulah panggilanku untuknya. Beliau merupakan salah seorang remaja yang memiliki  berbagai pengalaman pada masa SMAnya dulu. Beliau sendiri banyak mengikuti organisasi. Sebut saja KAPMI dan IQRO Club. Beliau juga memiliki mutarabbi atau murid-murid.

Saat itu mutarabbinya yaitu sang Mujahid Biru sedang mengikuti acara Mabit di masjid Bank Indonesia. Acara mabit ini sendiri memang diikuti oleh banyak anak rohis dari Jakarta dan sekitarnya.

“Acara mabit seperti memang penting. Bisa menimbulkan semangat bahwa mereka sebagai para ikhwah muda tidaklah sendiri. Banyak para remaja yang juga tidak merokok, berani mengaku anti pacaran, dan juga berani untuk tetap istiqomah di jalan yang lurus. Insya Allah”

Intinya saat ini begitu banyak remaja yang malu karena nggak berani merokok. Banyak remaja yang malu karena nggak punya pacar. Banyak juga remaja yang malu jika makai baju muslim karena dianggap cupu. Padahal sesungguhnya mereka yang benar. Merekalah yang sesuai dengan kodratnya. Merekalah para remaja yang mampu mengoptimalkan masa-masanya untuk menjadi remaja berguna bagi agama dan bangsa.

Namun, sebenarnya permasalahan utamanya adalah kebiasaan yang menganggap hal-hal tersebut sebagai hal biasa dan kemudaian dianggap sebagai sebuah nilai-nilai masyarakat modern.

Oleh karena itu jadikanlah diri kita sebagai insan beguna karena berani menjadi remaja muda yang beda dari lingkungan buruknya!!

Intinya malam itu pesan yang kudapat adalah :

Yang Muda, Yang Beda, Yang Berguna!!

John Wood, Sang Pecinta Buku

devote yourself to a cause: John Wood dan anak-anak Nepal.Terkadang, sebuah perjalanan dapat mengubah hidup seseorang. Pada 1998, eksekutif Microsoft Corp. John Wood ingin rehat sejenak dari rutinitas kesehariannya dengan trekking selama 18 hari di Nepal. “Saya pikir Himalaya sudah cukup tinggi untuk tidak mendengar teriakan Steve Ballmer (CEO Microsoft),” candanya.

Dalam perjalanannya, Wood berhenti di sebuah sekolah kecil. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Bahwa perpustakan sekolah tersebut berisi buku-buku bekas,–dengan kondisi mengenaskan—yang ditinggalkan oleh para traveler yang melintas.

Ketika ia akan pergi, si kepala sekolah berkata kepadanya, “perhaps sir, you will return with books?”.

Selama sisa trekkingnya, yang dipikirkan Wood hanyalah sekolah kecil yang terletak di desa Bahundanda itu dan buku. ”Saya merasakan sebuah titik balik dalam kehidupan saya. Seperti berada pada titik nol lagi,” katanya.

 

Pada 1999, Wood berhenti sebagai jabatan prestisius, Microsoft bussines development untuk China daratan, lantas mendirikan sebuah organisasi non profit Room to Read (roomtoread.org). Saat ini, LSM internasional yang bergerak untuk mengumpulkan buku-buku bekas itu telah membangun lebih dari 5600 perpustakan sekolah serta mengumpulkan lebih dari 5 juta buku di 7 negara berkembang. Termasuk India, Laos, Sri Lanka, Kamnoja, hingga Vietnam.

Ia sendiri juga telah menulis buku “Leaving Microsoft to Change the World: An Entreprenerur’s Odyssey to Educate the World’s Children” yang diterbitkan pada 2006.

Peduli pendidikan

Meninggalkan karir yang mapan bukanlah pilihan mudah bagi Wood. Tapi, apa sebenarnya yang membuatnya begitu yakin? “Saya merasa begitu banyak anak yang belum mendapatkan edukasi. Dan, rasanya sangat sedikit orang yang peduli soal ini. Karena itu, saya selalu berpikir bahwa apa yang saya lakukan sekarang ini lebih baik daripada mengkhawatirkan seberapa banyak Windows yang terjual di China setiap hari,” katanya.

Tapi, bagaimana ia menjalankan sebuah usaha non profit, sementara dulu profesinya sangat berorentasi dengan margin? Untuk menjawab pertanyaan itu, Wood justru mengingat apa yang diungkapkan Steve Ballmer kepadanya, “think big, or go home,”.

Karena itu, sebelum memutuskan hengkang, Wood sudah memiliki planning yang sangat matang dalam mengorganisir LSM-nya. Termasuk menjalin hubungan dengan berbagai pihak di seluruh dunia yang memiliki visi dan passion yang sama. “I don’t think age 30 or 40 or 45 is too late to do something completely different,” katanya.

*Suatu hari nanti, saya harap saya bisa mengikuti langkah John Wood.

Latansa, Sang Penulis Kreatif

Yang Muda, Yang Kreatif

Itulah tagline blog seorang Latansa, Latansa Izzah tepatnya. Seorang penulis berbakat yang mulai menulis di blog Multiply. Multiply merupakan penyedia jasa blog gratisan. Akan tetapi ketika anda masuk ke akun Latansa IDE, tak tersirat sedikit pun bahwa alamat tersebut hanya blog gratisan. Karya-karya Latansalah yang telah berhasil memberikan nuansa berbeda.

Blog dengan judul IDE-IDE Latansa berisi berbagai artikel yang diantaranya merupakan buah pemikiran kritis dari seorang Latansa. Selain itu terdapat pula beberapa kisah aktifitasnya yang berhasil disulap menjadi kisah menarik dan selalu membuat para pembacanya kagum.

Ia bersekolah di SMAN 78 Jakarta. Mungkin perempuan yang lahir pada tanggal 6 Agustus 1995 ini kini telah bersiap untuk meng

hadapi Ujian Nasional yang sementar lagi kan tiba.

Kok bisa kelahiran “1995” udah mau UN?

Itulah hebatnya ia, ia telah mengikuti program SCI yang merupakan kelas Akselerasi di SMAN 78. Selain itu ia masuk SD lebih dahulu jika melirik dari umurnya. Meskipun begitu, ia masih menyempatkan diri untuk menulis dan berkarya di Multiplynya

 

 

Inilah salah satu kutipan tulisan kreatifnya.

Entah dari mana datangnya, saya menemukan segitiga risiko (lihat di lampiran). Segitiga ini adalah segitiga sama sisi yang masing-masing sisinya mewakili sesuatu, yaitu kamu benar, kamu salah, dan bukan keduanya. Mungkin ini terinspirasi dari trigonometri, yang sampai sekarang saya belum juga mempelajarinya dengan baik.

Memang, setiap pilihan yang diambil itu mempunyai risiko, dan itu sudah lumrah. Maka kali ini saya akan menceritak

an sesuatu yang sebenarnya tak jauh beda. Namanya dilema.

 

Telah beberapa kali saya menuliskan masalah yang sedang dihadapi di atas lembar putih. Kemudian lembar putih itu diserahkan kepada Guru-Guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang berbeda. Semua masalahnya sama: saya tidak tahu harus melanjutkan ke jurusan apa setelah lulus. Tapi saya yakin kalau tulisan-tulisan tersebut belum dibaca.

Ketika berangkat sekolah, penyiar radio berkata, “Selamat pagi semua, Selamat Hari Kartini buat kita. Buat kamu yang sedang berangkat kuliah…” Setelah itu bapak saya bertanya, “Nanti kamu mau kuliah di mana?” “Yang jauh dari sini,” jawab saya sekenanya. “Di Jawa Timur sana? Dekat rumah nenekmu?

” “Iya,” saya hanya asal mengiyakan. “Mau belajar apa kamu di sana? Mendingan di STAN.” Tak lama kemudian sampai sekolah, untunglah…. Baca Selengkapnya

Blog Multiply IDE-IDE Latansa sendiri telah berumur kurang lebih dua tahun dan mungkin tahun ini akan menginjak 3 tahun. Saya sendiri mengenalnya sejak tahun pertama, akan tetapi kesibukan membuat saya lupa tentang Multiply, apalagi saat itu saya masih mondok.

Namun berbeda dengan Latansa, ia telah membuat saya salut dengan konsistensinya yang kini membuahkan hasil!!

Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)