Prospektif Perjalanan Hidup yang Efektif

Langit Itu, Kini Biru

Perubahan iklim memang telah menyebabkan berbagai dampak, diantaranya adalah panjangnya musim hujan, yang berdampak seringnya muncul awan, yang berdampak jarangnya ku jumpai langit biru.

Masih segar di ingatanku ketika hujan selalu terjadi di siang hari. Atau jika tidak hujan maka awan gelap akan menutupi langit biru. Entah mengapa keindahan langit pun seakan sirna.
Namun kemarin ku dapati langit begitu biru, indah merona. Sebuah pemandangan yang membuatku berdeak kagu. Akan tetapi aku yakin tak banyak yang kagum seperti diriku. Mungkin mereka hanya merasa itu hal yang biasa, bahkan jika mereka tahu aku nekad memfoto “langit biru” mungkin mereka akan tertawa. Padahal di saat langit begitu gelap, mereka merindukan sang langit biru.

Aku sendiri memang sangat menyukai langit biru, karena ia telah mencerminkan begitu indhanya sebuah kebebasan. Langit biru tak pernah kutemui berujung.  Hal itu sangat identik dengan keinginanku menemukan arti kebebasan. Hingga kusadari langit biru juga pernah tertutup awan, tetapi di balik awan itu sang langit biru tetap bebas tak terputus.

Filosofi sang langit pun membuatku  menyadari, kebebasan selalu ada, di mana pun, dan kapan pun. Akan tetapi terkadang ia tertutup beberapa peraturan yang sebenarnya takkan memutus arti sebuah kebebasan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: