Prospektif Perjalanan Hidup yang Efektif

Kasihan PKS!

Bissmillah…

Sekali lagi saya memfoward isi blogs akh danang yang menurut saya penting… dan Insya Allah berguna untuk memperbaiki semangat dakwah bagi teman-teman yang sudah ikut berjuang serta membuka kesadaran pemikiran para teman-teman yang masih salah pengertian!

Semoga berguna XD

Saya forwardkan sebuah tulisan yang menurut saya sangat menarik dan perlu saya share di sini sebagai sebuah “alternatif” opini. Tulisan ini bukan tulisan saya (hanya bagian akhir berupa tambahan merupakan tulisan saya), namun tulisan seorang al akh yang saya sendiri belum pernah menjumpainya, (entah menurut yang lainnya menarik atau tidak… tapi bagi saya sangatlah menarik… ini pendapat subyektif saya sendiri lho)… Semoga bermanfaat. Please no fight, no blaming, and no complaining about this post. Jika ingin bertanya silakan langsung kepada yang menuliskan artikel ini.

Alamat MP-nya: http://fuadcelebes.multiply.com/

Bagi yang “ngeyel” mohon maaf… komentarnya akan saya “edit”.

Jazakumullah… 🙂

Salam dari Negeri Taifun, Okinawa-Jepang (yang sedang menggeliatkan nuansa dakwah di sini :))

PKS, Nasibmu kini..

Bismillahirrahmanirrahim…

Kita berbicara tentang sebuah partai politik di Indonesia kali ini, bukan partai demokrat sang pemenang pemilu 2009 atau pun Golkar pemenang pemilu 2004 atau PDIP pemenang pemilu tahun 1999, partai ini belum pernah menjadi pemenang pemilu, prestasi terbaiknya “hanya” menduduki peringkat ke 4 di pemilu 2009 dan “gagal total” dalam target pencapaian nya yang ingin meraup 20 Juta suara di Pemilu 2009.

Namanya Partai Keadilan Sejahtera yang biasa di singkat dengan PKS, partai  yang didirikan di Jakarta pada hari Sabtu, tanggal 9 Jumadil ‘Ula 1423 bertepatan dengan 20 April 2002, adalah kelanjutan Partai Keadilan yang didirikan di Jakarta pada hari Senin, tanggal 26 Rabi’ul Awwal 1419 bertepatan dengan 20 Juli 1998.

Partai yang sudah melahirkan banyak nama yang memenuhi belantika politik Indonesia seperti Nurmahmudi Ismail ( mantan menteri kehutanan dan sekarang waikota depok), Hidayat Nurwahid (mantan ketua MPR), Tifatul Sembiring (Menkominfo), Gatot Pudjo Nugroho (Plt.Gubernur Sumatera Utara), Ahmad Heryawan ( Gubernur Jawa Barat), Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat), Sa’adudin (Bupati Bekasi) dll, Partai ini pun banyak menghasilkan para politisi muda yang tak kalah cerdas dari para seniornya, sebut saja Anis Matta, Fahri Hamzah, Andi Rahmat, Mahfudz Sidiq, Nasir Djamil, Mustafa Kamal, serta barisan para wanita nya yang tak kalah hebat seperti Yoyoh Yusroh, Nursanita Naustion, Ledya Hanifa serta lain nya. Bukan di bidang politik saja, mereka pun banyak menelurkan para sastrawan hebat seperti Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, M.Yulius dan lain2

Tapi bukan kehebatan nya yang akan kita bicarakan saat ini, karena nasib PKS saat ini begitu “memprihatinkan”, lihat saja beberapa hari lalu mereka di kejutkan dengan manuver dari mantan pendiri mereka sendiri, sang Presiden PKS di katakan sebagai mantan Mujahidin di Afghanistan yang membuat para pemilih PKS yang tidak terlalu “ekstrem” dalam masalah jihad memikirkan ulang untuk memilih PKS karena takutnya PKS punya “hidden Agenda” untuk Indonesia, lalu sang Presiden di laporkan ke BK karena menerima uang dari Jusuf Kalla yang sudah di bantah JK sendiri, dan sang pelapor tidak membawa bukti apa2 selain “katanya”, lalu sekjen nya di laporkan ke KPK terkait penggelapan dana yang sudah di clearkan juga karena jumlah nya berbeda dengan yang di audit KPUD DKI kala itu, belum lagi masalah 3 petinggi nya yang poligami lalu laporan ke polisi tentang Presiden nya yang melakukan tindakan tidak menyenangkan (yang laporan nya di tolak polisi) terlihat bahwa memang PKS saat ini sedang memprihatinkan.

Lihat saja, mana ada liputan tentang pekerjaan para kadernya di tingkat grassroot, adakah liputan tentang Forsitma (Forum Silaturahmi Majelis Ta’lim) atau liputan bahwa kader2 partainya selalu mengadakan bakti sosial di tiap 2 bulan nya?? Tidak ada, yang ada paling hanya cibiran bahwa mendekati majelis ta’lim karena ingin suara, “mengadakan baksos kok pake cerita2 itu riya nama nya” apalgi yang dibutuhkan masyarakat sekarang bukan ikan tapi pancing, baksos Cuma buat masyarakat jadi manja tidak mau bekerja, semua ini PKS lah penyebab nya!!!

Ketika RATUSAN RIBU kadernya turun ke jalan untuk menyuarakan keadilan untuk sesama di belahan bumi lain nya, media pun melakukan korupsi berita, paling hanya di tulis ratusan atau ribuan, dan komentar yang akan muncul hanya “PKS selalu membuat sulit warga Jakarta dengan demo nya, buat macet aja!!!” semua ini PKS lah penyebab nya!!!

Tak pernah ada juga liputan tentang kader-kadernya yang berjasa, mereka lupa perda larangan merokok lahir dari para anggota DPRD dari PKS, kenaikan gaji PNS dan tunjangan Kinerja Daerah untuk PNS DKI pun lahir dari tangan2 mereka, yang ada hanya “larangan merokok melanggar hak manusia dan menaikkan tunjangan PNS hanya membuat sembako tambah melambung” semua ini PKS lah penyebab nya!!

Bukan hanya dari kalangan external, dari kalangan umat islam pun PKS seperti “pesakitan” mereka di anggap berdakwah dengan cara yang haram, demokrasi itu haram!!! Karena Mayoritas ulama mengatakan itu (yang ketika di tanyakan siapa saja ulama nya tidak pernah di jawab) padahal ini hanya masalah khilafiyah saja, PKS juga di anggap telah keluar dari ciri khas dakwah mereka, semua nya sekarang berjas dan naik mobil mewah, “biasa nya tuh PKS jalan kaki, masak sekarang naik mobil , gak militan!!” Sudah keluar dari khittah nya, karena para petinggi nya sudah hubbuddunya (cinta dunia) maka para umat islam hari ini pun semkin banyak yang mengejar dunia, semakin banyak membuat usaha biar dapat penghasilan yang banyak… semua ini PKS lah penyebabnya!!!

Mereka pun sekarang serba salah, seperti cerita tentang poligami misalnya, ketika ada yang mengatakan bahwa poligami beberapa petinggi pks bermasalah, maka semua mencaci…” astaghfirullah ustadz kok begitu, pada zina semua” tapi ketika di tegaskan tidak ada yang bermasalah, karena PKS tidak melarang poligami semua mencaci juga “ustadz gatell doyan nya kawin doang”

Ketika berita keburukan mereka ada di suatu media, lihatlah link2 lain nya tentang berita itu, banyak sekali ada puluhan yang jika kita buka satu persatu inti pemberitaan nya sama, Cuma judulnya saja, media sedang menggiring pembaca mau baca berita yang mana saja, media sedang menghidangkan para pembaca judul yang berbeda, terserah mau baca yang mana intinya PKS buruk citra nya.,

Kalian pasti pernah dengan berita bahwa anggota dewan PKS tertanggap maen judi kan?? Pasti, karena itu semua ada di media, tapi pernah tau kan kalian bahwa anggota dewan nya sudah di pecat?? Tahukah bahwa anggota dewan nya dari unsur eksternal PKS? Yang di rangkul untuk memastikan bawah PKS memang sudah terbuka?? Hhmm sepertinya itu bukan berita yang bagus buat media, kecuali beberapa saja. karena Bad news tentang PKS adalah Good News untuk media.

Sekarang posisi mereka serba salah,  ketika era tanzhimi dulu kader PKS di katakan eksklusif, tidak membaur dan ini tidak akan memuluskan dakwah nya, karena islam itu rahmatan lil alamin tidak tersekat semua harus bisa menerima manfaat dari islam, karena islam bukan hanya untuk kader saja tapi untuk seluruh lapisan masyarakat, tapi ketika PKS memproklamasikan bahwa mereka menjadi partai terbuka, siapa saja boleh jadi anggota nya (bukan kader) mereka pun di caci, menghalalkan segala cara untuk dapat suara, berteman dengan kafir bahkan ada yang mengatakan semua nya akan masuk neraka (kayak neraka punya dia aja)

PKS oh PKS kasihan sekali nasib kalian, apapun yang kalian lakukan akan ada penentang nya, mending mundur sajalah ,bubarkan partai nya kan enak tidak perlu mendengar cibiran banyak orang? Iya kan? Jangan nekat deh PKS…  ada bom buku di utan kayu aja kalian kena getahnya, jangan jangan ketika misalkan kader kalian menjadi presiden suatu saat nanti akan ada kudeta berdarah dari masyarakat, karena kalian tidak pernah di suka…

Tapi ya kalo kalian tetap nekat, tetap kuat dengan cibiran semua pihak, tetap kokoh strukturnya, tetap membaca qur’an walau buat acara di hotel, tetap membina ribuan halaqoh yang di dalam nya membicarakan kebaikan saja, tetap banyak mendirikan SDIT dan pesantren2 tahfidz, tetap kuat bekerja di grassroot, membina majelis ta’lim, membina pengajian kantoran, pengajiaan karang taruna, membina banyak majelis ta’lim membina rohis-rohis sekolah dan LDK kampus tanpa pengharusan untuk memilih PKS di pemilu nantinya… ya sudah saya tidak bisa banyak berkata- kata, kau teruskan saja apa yang selama ini sudah kau lakukan wahai PKS

Dan ijinkan aku ada di dalam barisan kalian, seraya meneriakkan takbir dan berkata “bekerja untuk Indonesia adalah ibadah”

Fuad Aris
IDRUS SALIM ALJUFRI

http://fuadcelebes.multiply.com/

 

Tambahan dari akh danang:

Ada banyak kader-kader tarbiyah yang memiliki prestasi gemilang, namun luput dari pemberitaan media. Berapa banyak ilmuwan kader tarbiyah yang telah turut menyumbangkan jasanya untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi? Ada banyak sekali… meski mungkin kita tak pernah kenal namanya, namun mereka tetap istiqomah dalam berdakwah di bidangnya masing-masing.

Berapa banyak enterpreuneur sukses juga lahir dari barisan tarbiyah ini? Banyak sekali, meski mereka berusaha tetap bertahan untuk low profile dalam aktivitasnya.

Dan banyak lagi sosok-sosok sederhana yang luar biasa yang “kurang” diminati oleh media sebagai pokok beritanya…

Jadi teringat tweets-nya seorang teman:

“Jikapun kemudian orang menyalahkan PKS karena sosok orangnya, ketahuilah, saya ber-PKS karena sistem dan kaderisasinya, bukan karena orangnya. Sebagaimana saya ber-Indonesia karena bangsanya, bukan karena pejabatnya”

I agree with him 🙂

Tambahan dari saya:

Pada dasarnya semua “tantangan” yang dialami oleh sebuah organisasi dakwah memang akan begitu bertubi-tubi.. Tidak ada istilah dakwah telah usai hingga yaumul akhir kelak,.. karena di berbagai sisi dunia banyak golongan yang tidak ridha dengan perjuangan dakwah.. Yang pasti itulah yang sebenarnya disebabkan oleh hubbuddunya (mencintai dunia).. Kenapa?

Karena seorang muslim sejati tak akan pernah memperburuk citra dakwah meski berbeda aliran.. Karena seluruh muslim itu ummatun wahidah (umat yang satu)!

Satu tanggung jawab! Satu tujuan! Dakwah Islamiyah!

NB: *Dakwah Islamiyah bukan berarti perang, teroris, negara otoriter atau sebagainya.. Tapi dakwah adalah sebuah jalan menyebarkan agama Islam yang dilaksanakan sesuai kebutuhan. Berdasarkan perkembangan zaman, dakwah saat ini akan lebih efektif dan bermanfaat bila digunakan jalan yang tenang dan lembut. Terorisme atau pun kekerasan hanya akan memperburuk citra dakwah. Lagi pula alangkah lebih baik menggunakan sikap lemah lembut, karena sesungguhnya Islam mengajarkan agar mengutamakan sikap lemah lembut.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: