Prospektif Perjalanan Hidup yang Efektif

Setelah menuliskan tentang ‘Pendapat untuk orang “Cerdas” ‘. Aku cukup terkejut melihat respek beberapa pembaca yang cukup membahagiakan. Bukan karena makin eksisnya blog ini, tetapi karena ternyata masih “banyak” yang peduli pada pendidikan di Indonesia.

Sebelum saya menulis lebih lanjut, saya akan meminta maaf terlebih dahulu kepada guru, staff TU, kepala sekolah dan pegawai di berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Selain itu saya juga meminta maaf ke seluruh jajaran departemen pendidikan.

Mengapa?

Karena tulisan ini tergolong “cukup pedas” bagi orang-orang yang telah saya sebutkan tadi. Tapi sesungguhnya tulisan ini saya tulis sebagai langkah “awal” untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia.

OK!

Seperti sebelumnya, saya akan memulai tulisan ini dengan percakapan yang kali ini dilakukan oleh dua orang anak yang baru saja lulus UN SMP. Sebut saja si A dan si B.

A : Cuy mau masuk mana SMA?

B  : Gua masuk SMAN 1 Kepala Udang. Di sono kan sekolah favorit.

A : Emang favorit gimana?

B  : Di sono tempatnya orang-orang kaya nyekolahin anaknya soalnya di sana fasilitasnya lengkap. Ada AC di setiap kelas, ada Komputer di setiap kelas, ada WI-Fi, seragamnya juga keren, selain itu lapangan sama labnya banyak. Bahkan artis SMA skolahnya di sana.

A : Walah biayanya mahal doong.

B  : Itu mah jelaslah. Namanya juga sekolah bagus

OK! Jadi itu makna sekolah bagus?
Gubrak! Sungguh inilah ironi di berbagai sekolah Indonesia.

Sekolah bagus kini identik dengan biaya yang begitu mahal.

Ups! Guru-guru langsung komentar : “Itu kan demi fasilitas yang menunjang!”

Wah itu bener banget “sebenernya”…

Saya  : “Tapi fasilitas AC itu buat apa?”

Guru : “Ya biar pada enak belajarnya, pada nyaman menuntut ilmunya”

Saya : “Oooohh… terus kalau komputer di kelas?”

Guru : “Ya sekolah ingin membantu siswa biar mudah menyampaikan ilmu dengan cara presentasi!”

Saya : “Oooohh… terus seragam yang bagus juga buat apa? Kenapa siswa harus pakek seragam?”

Guru : “Biar tertib lah deeek! Biar mereka juga nggak ngerasa ada perbedaan kemampuan ekonomi. Namanya juga seragam buat menyeragamkan!”

Saya : Bu/Pak guru mulai gemes nih haha.. Terus kenapa harus punya banyak lapangan? Punya banyak ruang lab? Kan uang bangunannya jadi mahal!”

Guru : “Adek nggak ngerti apa-apa nih! Ya itu juga buat kenyamanan siswa atuuh!! Udah adek saya skors karena menantang guru!”

LHO?

Temen-temen mungkin banyak yang membenarkan jawaban sang guru di atas.
Saya tak menyalahkan teman-teman, meski itu SALAH.

LHO? KENAPA?

Ok! apakah tujuan teman-teman sekalian sekolah?
Apakah buat seneng-seneng?
Apakah buat main-main?
Tentu tidak! (kalo ia mending sobat nggak usah sekolah ^^ )

TENTU JAWABANNYA

Pengen belajar
Pengen nyari ilmu
Atau mungkin sejenisnya…

Berarti

Bukan buat nikmatin fasilitas kan..
Bukan buat tempat ngadem kan..
Bukan tempat maen game kan…

So sekarang buat apa fasilitas seperti AC, komputer dan lainnya

SADARKAH KITA!
Fasilitas-fasilitas tersebut telah membuat banyak anak-anak lai tidak sekolah…
Tentu karena biaya yang tinggi akibat fasilitas yang bagus pula!

SUNGGUH anak-anak itu butuh ilmu bukan AC, bukan komputer, bukan pula fasilitas lainnya!

SERAGAM?

Menyatukan perbedaan? Oh my God! That`s absolutly wrong!

Sadarkah! Betapa banyak anak-anak kurang mampu yang justru merasa minder karena ia tidak memiliki baju seragam!
Sadarkah! Betapa banyak anak-anak kurang mampu yang justru harus putus sekolah hanya karena tidak bisa membayar uang seragam!

Sekali Lagi!
Yang dibutuhkan oleh siswa adalah ILMU! Bukan Fasilitas!
Fasilitas cuma penunjang yang tidak boleh dinomersatukan dalam mencari siswa!!

Mungkin teman-teman yang tergolong mampu akan sewot begitu membaca ini!
Maka saya ingatkan sadarkah kalian
Banyak anak-anak yang ingin sekolah!
Banyak anak yang ingin belajar!
Tapi banyak dari mereka yang tak mampu untuk membayar fasilitas-fasilitas di atas.
Akhirnya mereka “hanya” masuk sekolah yang murah.
Sedangkan sekolah-sekolah murah tersebut sangat tidak efektif bagi mereka.

Mengapa?

Karena sekolah murah tersebut telah dilabelling sebagai sekolah “biasa”.
Sekolah biasa tersebut biasanya tidak mensupport siswanya secara totalitas melainkan hanya dari guru-guru tertentu saja, itu pun jarang.
Ini tentu karena labelling yang melekat padanya. Pada pelajaran sosiologi kelas 10 kita bisa tahu bahwa labelling membentuk kepribadian seseorang
Begitu pula dengan instansi

Ironisnya saat ini sekolah yang favorit justru lebih mementingkan fasilitas yang diberikan!
Biaya masuknya mahal! Sehingga memberatkan para pemilik kecerdasan terpendam di dalam tubuh yang menderita!

So point PERTAMA Sekolah bagus adalah sekolah yang ingin memberi ilmu bukan fasilitas!!!
Jadi jangan berkecil hati sekolah yang murah! Karena kalian punya kesempatan untuk bisa memberikan ilmu yang berguna, bukan fasilitas belaka!!

Sebenarnya ini bukan sepenuhnya salah sekolah karena memang standar pemerintah untuk menentukan sebuah sekolah bagus menjadikan aspek fasilitas sebagai salah satu aspek utama. Ironisnya sadar tidak sadar aspek tersebut telah menjadi lebih penting dari aspek kemampuan pelajar suatu sekolah dalam memenuhi kebutuhan pelajar kedepan seperti kemampuan bersaing di lapangan kerja. Tapi sekolah juga salah karena tetap berada di SAFETY ZONE yaitu mengikuti kemauan pemerintah dengan harapan mencapai notabene sebagai Sekolah Bertaraf ……..bukan menjadi sekolah bagus!

Yang seperti ini bukan sekolah bagus! “Hanya” sekolah bertaraf bla bla bla!


Sekarang si A dan si B melanjutkan percakapan

A : Eh di SMA Kemampuan Bersama keren tuh!!

B : Keren apanya?

A : Sekolahnya beasiswa, tesnya susaah banget!

B : Oh.. sekolah favorit ya!

A : Oh jelas!

Beasiswa? Tes susah?
Benarkah bahwa SMA Kemampuan Bersama sekolah bagus? Atau sekedar sekolah favorit?
Temukan jawabannya di episode 2!
XD

Trims!

 

 


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: