Prospektif Perjalanan Hidup yang Efektif

Archive for the ‘Realita’ Category

Mendapatkan Pasangan Idaman (Muslim Version)

. Ia curhat kepadaku mengenai masalah yang ia alami. Pada kenyataannya aku sadar bahwa masalah itu dihadapi semua remaja normal. Masalah itu adalah anugrah  yang Allah berikan, yakni rasa tertarik dengan lawan jenis. Aku pun tertarik untuk sedikit mengupas tentang hal tersebut dari sudut pandangku.

Menurutku perasaan seorang remaja kepada lawan jenis dapat dibedakan menjadi tiga jenis :

  1. Kagum
  2. Suka
  3. Cinta

Ketiga perasaan tersebut harus dapat dibedakan. Terutama ketika kita memilih siapa pasangan idaman kita. Memilih pasangan tidak boleh main-main. Apabila mencari pasangan hanya untuk bersenang-senang maka sebaiknya hindari. Mengapa? Karena  senang-senang sesaat hanya berasal dari nafsu, dan nafsu takkan melahirkan cinta.

Kita harus sadar pasangan kita berfungsi untuk menemani kita hingga ke surga nanti. Oleh karena itu kita juga harus memulai dari diri kita. Sudahkah kita sendiri menuju surga. Jika sudah siap anda pasti tahu kapan waktu menjalin hubungan dengan pasangan anda.

Banyak orang yang beralasan pacaran untuk menjaga calon pasangan hidup kita itu agar selalu bersama kita. Maka saya tegaskan bahwa apabila kita telah siap menuju surga, maka kita pasti tahu Allah yang telah memilihkan jodoh kita. Lalu kenapa kita tidak percaya pada Allah.

Nah permasalahannya, bagaimana jika kita mengagumi lawan jenis sedangkan sang lawan jenis belum siap menuju surga, dan di sisi lain ia juga tidak terlalu menaruh respek terhadap kita?

Jawabannya :

Jadilah orang yang dikagumi olehnya. Bukan karena kekayaan kita, bukan karena wajah kita, bukan karena pintarnya kita. Tapi tunjukkanlah ciri khas seorang remaja muslim, yang tahu batasan aurat, yang berbicara lemah lembut, yang giat berusaha, yang suka menolog, yang hobi membaca Al-Qur`an, yang mencintai binatang, yang dewasa menghadapi permasalahan, yang aktif membela kebenaran.

Ketika anda telah dikagumi, jangan justru salah menggunakannya sebagai sarana untuk mendekatinya dengan melupakan aturan agama. Lakukanlah hal-hal seperti sebelumnya. Maka dengan sifat-sifat seorang remaja muslim itu, anda dapat disukai oleh sang lawan jenis. Ketika hal itu terjadi, ajarkanlah ia betapa indahnya Islam.

Ketika sang pasangan tadi telah mengerti Islam, maka ia akan sadar bahwa islam tak membolehkan membina hubungan khusus di luar nikah. Mungkin hal ini akan memberatkan bagi beberapa pasangan yang mengerti itu sehingga terkadang ia ingin mengesampingkan aturan Islam tentang pacaran ini, tapi yakinkanlah ia bahwa hubungan setelah pernikahan jauuh lebih indah dan tentunya diberkahi Allah SWT.

Aku pun teringat film, “Kupinang Engkau dengan Bismillah”. Di sana sang pemeran utama laki-laki berkata

“Allah Maha Adil dan Maha Tahu siapa yang paling pantas buat kita, oleh karenanya tidak salah kita berikhtiar tanpa keluar dari batasan yang ditentukan Islam.”

So Selamat Bahagia di Surga, Bahagia di Dunia ^^

Mudah-mudahan tulisan ini berguna ^^

 

Iklan

Romantis Versiku

Romantis itu…
Makan malam berasama kekaksih di hotel bintang lima sambil denger grup instrument jazz di pinggir sungai nil

Romantis itu…
Menikmati sunset bersama kekaksih di dermaga  pantai yang sepi

Itulah kata mereka tentang romantis. Romantis yang katanya didasari rasa cinta. Tapi anehnya itu sesaat. Keromantisan itu tak bertahan lama. kenapa?

Kalau udah nggak punya uang terus nggak bisa makan malam nggak romantis dong!

Kalau udah nggak di pantai nggak romantis dong!

Nah itu dia yang salah. Banyak orang berasumsi bahwa romantis itu bermodalkan uang dan dilakukan bersama kekasih tak peduli apakah kekasih itu sekedar pacar atau istri. (lebih…)

Konser Nasyid Peduli Palestina

Pas abi pulang, abi cerita kalau besok bakal ada konser solidaritas untuk Palestina. Ane browsing dan akhirnya menemukan infonya.

So jangan lupa untuk hadir ya nanti di konsernya! Keep Hamasah and Do the best for our brothers in Palestine!

(lebih…)

Abege

PLAY LAGU INI SBELUM MEMBACA!

http://www.4shared.com/embed/330038500/e7380be2

Kisah hidup seorang Anak Baru Gede?
cari identitas diri?.
Nempuh jalan tiada tujuan?
(kebingungan)?
Salah jalan ngikut kebarat-baratan?
Mode yang jadi pegangan?
Gaya ngetrend cari perhatian?
(orang-orang)? (lebih…)

Cinta, Cinta, Cinta

Remaja saat ini begitu rentan dengan yang namanya cinta.

Maka awalnya saya ingin menulis tentang cinta, maka sebagai rutinitas saya mencoba mencari sumber di beberapa site lain tentang cinta. Ironisnya tak ada tulisan yang memuaskan saya. Akan tetapi ketika saya teringat tentang salah seorang tokoh yang saya kagumi pernah menulis tentang cinta, maka saya pun mencari hasil tulisannya tersebut.

Ketika menemukan tulisannya, saya merasa cukup.
Cukup untuk menemukan segala hal tentang cinta di dalam tulisan beliau.
Cukup
Cukup sudah tulisan beliau menjadi inspirasi cinta saya. Mungkin ini kurang baik, tapi saya akan berbagi tiga bagian tulisan beliau yang mungkin sudah diketahui oleh beberapa teman-teman. Tapi saya berharap ini membantu teman-teman yang lainnya dalam menemukan makna cinta. (lebih…)

"Wah.. Sekolah Bagus" (Episode I)

Setelah menuliskan tentang ‘Pendapat untuk orang “Cerdas” ‘. Aku cukup terkejut melihat respek beberapa pembaca yang cukup membahagiakan. Bukan karena makin eksisnya blog ini, tetapi karena ternyata masih “banyak” yang peduli pada pendidikan di Indonesia.

(lebih…)

Ta`aruf vs Pacaran

Setelah gemes ngeliat berbagai status galau PLUS catatan-catatan yang rada alai tentang pacaran, saya berusaha menyegarkan hati dengan mencari artikel tentang ta`aruf. So i found it. Saya menemukan artikel dari seorang mahasiswi UGM dengan nick name Imel  yang memiliki sebuah site atau mungkin blog(?). Entahlah. Yang penting artikelnya. Artikel tersebut berjudul “Ta`aruf vs Pacaran” (lebih…)