Prospektif Perjalanan Hidup yang Efektif

Archive for the ‘Tokoh Hebat’ Category

Aamir Khan, Aktor Pejuang Pendidikan

Aamir Khan?

Siapa sih dia itu?

Ok. Orang Indonesia memang tak terlalu banyak yang mengetahui tentangnya, kecuali mungkinyang suka nonton Bollywood. Eits tapi jangan salah! Aamir Khan bukan aktor Bollywood sembarangan. Ia adalah aktor sekaligus produser dan sutradara!

Tetep nggak suka Bollywood?

Iya sih saya juga nggak terlalu suka sama film Bollywood. Tapi jujur saya suka beberapa film Aamir Khan. Film yang saya maksud adalah film Three Idiots dan Taare Zameen Par.

Kenapa?

Sebelum menjawabnya, saya akan menceritakan sedikit hal tentang Aamir Khan (lebih…)

Iklan

Bu Yoyoh Yusroh, Sang Wanita Teladan

Saya foward sebuah tulisan tentang Bu Yoyoh Yusroh, dari blog Mbak Pipiet Senja.

Perempuan Pilihan Itu Telah Pergi: Selamat Jalan, Saudariku Yoyoh Yusroh

Obituari

Tokoh nasional yang memiliki buah hati 13 orang ini sungguh figur yang patut diteladani oleh kita. Meskipun supersibuk sebagai anggota legislatif, ia tetap dapat merancang kebersamaan bersama suami dan semua anak demi memelihara cinta kasih, dan keharmonisan keluarga besarnya.
Kemarin, 21 Mei 2011, kita tersentak mendengar kabar dukacita, beliau pergi mendahului kita. Yoyoh Yusroh meninggal dalam kecelakaan mobil bersama dengan suami dan anak-anaknya yang saat itu sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta setelah menghadiri acara wisuda anaknya di UGM. Mobil Inova hitam yang ditumpanginya terguling saat melaju dengan kecepatan tinggi. Diduga karena sopir yang mengendarainya mengantuk dan slip hingga mobil hilang kendali saat melintas di tikungan jalan tol Tegal Karang, Cirebon.  Yoyoh Yusroh yang juga ibu dari 13 anak tersebut sudah tidak tertolong lagi, Yoyoh Yusroh tewas dalam kecelakaan tersebut, sedangkan suami dan anak-anaknya saat ini masih sedang dalam perawatan.
Jenazah Yoyoh Yusroh tiba dari rumah duka di Kompleks perumahan DPR di Kalibata, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.30 WIB. Jenazah tiba di RT 1/RW 1 No 54, Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. (lebih…)

John Wood, Sang Pecinta Buku

devote yourself to a cause: John Wood dan anak-anak Nepal.Terkadang, sebuah perjalanan dapat mengubah hidup seseorang. Pada 1998, eksekutif Microsoft Corp. John Wood ingin rehat sejenak dari rutinitas kesehariannya dengan trekking selama 18 hari di Nepal. “Saya pikir Himalaya sudah cukup tinggi untuk tidak mendengar teriakan Steve Ballmer (CEO Microsoft),” candanya.

Dalam perjalanannya, Wood berhenti di sebuah sekolah kecil. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Bahwa perpustakan sekolah tersebut berisi buku-buku bekas,–dengan kondisi mengenaskan—yang ditinggalkan oleh para traveler yang melintas.

Ketika ia akan pergi, si kepala sekolah berkata kepadanya, “perhaps sir, you will return with books?”.

Selama sisa trekkingnya, yang dipikirkan Wood hanyalah sekolah kecil yang terletak di desa Bahundanda itu dan buku. ”Saya merasakan sebuah titik balik dalam kehidupan saya. Seperti berada pada titik nol lagi,” katanya.

 

Pada 1999, Wood berhenti sebagai jabatan prestisius, Microsoft bussines development untuk China daratan, lantas mendirikan sebuah organisasi non profit Room to Read (roomtoread.org). Saat ini, LSM internasional yang bergerak untuk mengumpulkan buku-buku bekas itu telah membangun lebih dari 5600 perpustakan sekolah serta mengumpulkan lebih dari 5 juta buku di 7 negara berkembang. Termasuk India, Laos, Sri Lanka, Kamnoja, hingga Vietnam.

Ia sendiri juga telah menulis buku “Leaving Microsoft to Change the World: An Entreprenerur’s Odyssey to Educate the World’s Children” yang diterbitkan pada 2006.

Peduli pendidikan

Meninggalkan karir yang mapan bukanlah pilihan mudah bagi Wood. Tapi, apa sebenarnya yang membuatnya begitu yakin? “Saya merasa begitu banyak anak yang belum mendapatkan edukasi. Dan, rasanya sangat sedikit orang yang peduli soal ini. Karena itu, saya selalu berpikir bahwa apa yang saya lakukan sekarang ini lebih baik daripada mengkhawatirkan seberapa banyak Windows yang terjual di China setiap hari,” katanya.

Tapi, bagaimana ia menjalankan sebuah usaha non profit, sementara dulu profesinya sangat berorentasi dengan margin? Untuk menjawab pertanyaan itu, Wood justru mengingat apa yang diungkapkan Steve Ballmer kepadanya, “think big, or go home,”.

Karena itu, sebelum memutuskan hengkang, Wood sudah memiliki planning yang sangat matang dalam mengorganisir LSM-nya. Termasuk menjalin hubungan dengan berbagai pihak di seluruh dunia yang memiliki visi dan passion yang sama. “I don’t think age 30 or 40 or 45 is too late to do something completely different,” katanya.

*Suatu hari nanti, saya harap saya bisa mengikuti langkah John Wood.

Latansa, Sang Penulis Kreatif

Yang Muda, Yang Kreatif

Itulah tagline blog seorang Latansa, Latansa Izzah tepatnya. Seorang penulis berbakat yang mulai menulis di blog Multiply. Multiply merupakan penyedia jasa blog gratisan. Akan tetapi ketika anda masuk ke akun Latansa IDE, tak tersirat sedikit pun bahwa alamat tersebut hanya blog gratisan. Karya-karya Latansalah yang telah berhasil memberikan nuansa berbeda.

Blog dengan judul IDE-IDE Latansa berisi berbagai artikel yang diantaranya merupakan buah pemikiran kritis dari seorang Latansa. Selain itu terdapat pula beberapa kisah aktifitasnya yang berhasil disulap menjadi kisah menarik dan selalu membuat para pembacanya kagum.

Ia bersekolah di SMAN 78 Jakarta. Mungkin perempuan yang lahir pada tanggal 6 Agustus 1995 ini kini telah bersiap untuk meng

hadapi Ujian Nasional yang sementar lagi kan tiba.

Kok bisa kelahiran “1995” udah mau UN?

Itulah hebatnya ia, ia telah mengikuti program SCI yang merupakan kelas Akselerasi di SMAN 78. Selain itu ia masuk SD lebih dahulu jika melirik dari umurnya. Meskipun begitu, ia masih menyempatkan diri untuk menulis dan berkarya di Multiplynya

 

 

Inilah salah satu kutipan tulisan kreatifnya.

Entah dari mana datangnya, saya menemukan segitiga risiko (lihat di lampiran). Segitiga ini adalah segitiga sama sisi yang masing-masing sisinya mewakili sesuatu, yaitu kamu benar, kamu salah, dan bukan keduanya. Mungkin ini terinspirasi dari trigonometri, yang sampai sekarang saya belum juga mempelajarinya dengan baik.

Memang, setiap pilihan yang diambil itu mempunyai risiko, dan itu sudah lumrah. Maka kali ini saya akan menceritak

an sesuatu yang sebenarnya tak jauh beda. Namanya dilema.

 

Telah beberapa kali saya menuliskan masalah yang sedang dihadapi di atas lembar putih. Kemudian lembar putih itu diserahkan kepada Guru-Guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang berbeda. Semua masalahnya sama: saya tidak tahu harus melanjutkan ke jurusan apa setelah lulus. Tapi saya yakin kalau tulisan-tulisan tersebut belum dibaca.

Ketika berangkat sekolah, penyiar radio berkata, “Selamat pagi semua, Selamat Hari Kartini buat kita. Buat kamu yang sedang berangkat kuliah…” Setelah itu bapak saya bertanya, “Nanti kamu mau kuliah di mana?” “Yang jauh dari sini,” jawab saya sekenanya. “Di Jawa Timur sana? Dekat rumah nenekmu?

” “Iya,” saya hanya asal mengiyakan. “Mau belajar apa kamu di sana? Mendingan di STAN.” Tak lama kemudian sampai sekolah, untunglah…. Baca Selengkapnya

Blog Multiply IDE-IDE Latansa sendiri telah berumur kurang lebih dua tahun dan mungkin tahun ini akan menginjak 3 tahun. Saya sendiri mengenalnya sejak tahun pertama, akan tetapi kesibukan membuat saya lupa tentang Multiply, apalagi saat itu saya masih mondok.

Namun berbeda dengan Latansa, ia telah membuat saya salut dengan konsistensinya yang kini membuahkan hasil!!

Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)

Mujahid Biru, Para Mujahid Muda

Mungkin nama Mujahid Muda terdengar asing bagi telinga pembaca sekalian. Itu hal yang wajar karena mereka bukan artis, bukan pula politikus, bukan pula penulis, dan bukan pula penyanyi.

Lalu siapa mereka?

Mereka adalah sekumpulan manusia dengan  jiwa-jiwa muda yang penuh semangat kebersamaan dalam kebaikan. Mereka adalah sekumpulan manusia terpilih yang mungkin lebih baik dari beberapa penyanyi, politikus, penulis maupun artis.

Kenapa?

Biru
Seperti yang saya katakan, karena mereka punya semangat kebersamaan yang tinggi. Mereka memiliki jiwa-jiwa muda yang tak mudah terpengaruh lingkungannya. Mereka mengerti arti persahabatan. Persahabatan yang indah dan saling melengkapi. Simaklah cerita mentor mereka

” Ane salut sama mereka akh. Antum bayangin, ada anak yang punya sepeda baru, ketika mereka sedang mencoba bermain di lintasan offroad di Senayan, lalu temannya meminjam sepedanya tersebut. Nah ketika menggunakan sepeda tersebut, sang sahabat jatuh dari sepeda, sepeda yang ia pinjam nyaris mengenai dirinya. Untuk menghindarinya ia pun melempar sepeda tersebut sehingga rem sepeda tersebuut akhirnya rusak. Padahal sepeda tersebut baru dibeli loh akh. Tapi apa kata sang pemilik sepeda? Udah nggak papa, nanti kita perbaikin bareng-bareng aja”

Selain itu jiwa muda yang mereka miliki, mampu mereka kontrol dengan baik. Tak jarang ketika para remaja lain sedang menikmati indahnya malam minggu dengan hal-hal yang sia-sia. Mereka justru rela menggoes sepeda dan mengikuti mabit di masjid. Padahal hampir seluruh peserta mabit adalah orang dewasa. Selain itu tak jarang mereka juga ikut dalam berbagai aksi kemanusiaan, seperti pada konser musik peduli palestina.
Mujahid
Mereka selalu saling mengingatkan dalam kebaikan, membangun dalam kebersamaan, ikhlas dalam keterikatan dan rela dalam pengorbanan.

Sekali lagi, siapakah mereka?

” Mujahid biru,itulah yang muncul pertama kali ketika kita mendengar nama mentoring kelas 8A, tetapi di balik nama itu tersimpan satu arti yaitu,Mujahid : orang” yg berjihad /berjuang ,dan Biru: warna yang mengartikan kecerahan dan keceriaan yang selau memancar, itulah mengapa “MB” nama yang diambil, sebab nama itu sudah melekat di benak siswa 8A, kelas 8A yang selalu berjuang melawan(kemalasan)dengan sesuatu yang menggembirakan,hingga menciptakan suatu keceriaan yang selalu memancar ketika kami melaksanakan(mentoring)”

Itulah jawaban mereka. Mujahid Biru terdiri dari :

  • Ilman Afif
  • Ronald Akbar
  • Hadyan Anzavirtan
  • Jaysyurahman
  • Jihad Musa Ramadhan
  • Muhammad Yazid Ulwan
  • Kalam Iftikar Nata Ahmady
  • Musyrafi Ahmad Zain
  • Ammar Naysat

Mereka juga memiliki blog.

Itulah salah satu para jiwa muda yang punya semangat ukhuwah tinggi dan layak untuk ditiru.

“Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan saum?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim).

Hanif Sjahbandi, Sang Merah Putih di Old Trafford

Hanif Sjahbandi adalah salah satu putra kebanggaan Indonesia. Dengan bakat sepak bola yang ia miliki ia kini mampu menjadi salah satu pesepak bola hebat.

Dialah remaja asli Indonesia yang sangat beruntung karena bisa berlatih di Sekolah Sepakbola Manchester United Inggris. Diakah The Next Park Ji Sung ?

Usianya masih sangat muda, 13 tahun, namun skill dan teknik bersepakbola yang dimiliki sudah menonjol. Sjahbandi juga masuk dalah skuad timnas merah putih U-13 saat berlaga di ajang Festival Sepakbola AFC di Sabah Malaysia bulan Mei 2009 silam.

Remaja kelahiran 7 April 1997 yang sedang tumbuh ini, kini telah menemukan ‘kawah candradimuka’ yang pas untuk mengembangkan potensinya di dunia sepakbola. Di sana ia akan digembleng ala gemblengan MU serta bergabung dengan remaja lain dari berbagai negara di seluruh dunia.

Ternyata selama ikut pelatihan, potensi hanif terlihat menonjol diantara remaja lain. Untuk itu,ia mendapat kesempatan berlaga di ajang World Skill Final 2009 yang dilangsungkan di Old Trafford pada bulan Oktober lalu. Hal ini dibenarkan sang Ibunda Tia Aryasyah.

“Hanif pertama kali berangkat ke MU, Juli 2009. Dia kemudian terpilih sebagai siswa terbaik dan diundang untuk tampil pada World Skills Final bulan Oktober 2009,” kata ibunya

Jika prestasinya terus menanjak, tak mustahil Hanif akan menjadi pemain inti skuad Manchester United sebagaimana layaknya Park Ji Sung yang juga dari kawasan Asia (Korea Selatan).

Dia juga sangat berbakat dibidang lain. terbukti, ada video nya di situs YouTube, sewaktu ia bernyanyi sambil bermain gitar. dan menurut informasi dari Bapak Roni, ayah Hanif, Hanif mewakili sekolahnya untuk olimpiade matematika, ya sayang sekali hanif tidak menang. tetapi itu membuktikan, bahwa sekolah itu nomer 1. diketahui pula hanif sedang mengikuti ajang HIFEST atau High School Film Festival 2010 bersama teman-teman sekolahnya.

Hanif juga mempunyai buku loh. berjudul “Merah Putih Di Old Trafford” yang isinya perjalanan dia dari awal, hingga ke manchaster united. sangat membanggakan bukan? Indonesia mempunyai anak bangsa yang sangat membanggakan. saya sudah baca novelnya. dan disitu saya terkesima, karena selama Hanif di Inggris ia tetap menjalankan shalat ia juga hanya makan roti ketika lauknya daging babi.. dan dia sangat sayang sama 2 adik nya. Hisyam dan Haykal. sekarang hanif bersekolah di International Islamic Secondary School Rasuna Said. kalau tidak salah dia masuk asramanya. wow, jarang saya menemuka orang yang ingin asrama.

Namun ada suatu ironi yakni ketika nama Hanif Sjahbandi terpampang di Old Trafford pada 17 Juli 2009, di Kuningan Jakarta justru terjadi ledakan di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot yang menyebabkan MU tidak jadi datang ke Indonesia

SANG PEMBUAT JEJAK

DIKUTIP DARI PESERTA WSC Aku Bisa

Aku tak punya alasan untuk tidak mengagumi tokoh yang satu ini. Dan kupikir siapapun yang mengetahui kisahnya juga akan takjub dengan perjalanan hidupnya. Aku tak punya kuasa untuk tidak ikut berbagi inspirasi seperti yang dilakukan pria dengan motto hidup ‘apapun yang terjadi padaku adalah yang terbaik dari Allah bagiku’ ini.

Ayah dan ibunya menuliskan nama Danang Ambar Prabowo pada akta kelahirannya. Dialah Sang Pembuat Jejak, sebuah film dokumenter yang menceritakan perjalanannya menggapai mimpi-mimpi dengan menuliskannya di atas lembaran kertas.Film ini banyak beredar di kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai upaya membangkitkan semangat juang meraih mimpi.

Lahir di Bantul, Yogyakarta di tanggal pertama bulan terakhir kalender Masehi, 1 Desember 1984. Namun, menghabiskan masa kecil hingga remajanya di kota Bengkulu provinsi Bengkulu. Menamatkan SD di SDN 71 Bengkulu (1998) namun sebagian ditempuh di Muenchfeld Grundschule dan Integrierte Gesamtschule (IGS)-Mainz di Jerman pada tahun 1994-1997

Ia punya kisah unik dengan namanya. Saat kecil, teman-temannya sering tertawa dan berkata “ Iih. . namanya kayak cewek” begitu mendengar namanya disebut lengkap, apalagi di kelasnya ada teman perempuan yang bernama Ambarwati. Biasanya Ia akan diam atau kabur sambil sesenggukan menanggapi ejekan itu. Ditilik dari nilai historis, namanya memiliki sejarah tersendiri.Ketika lahir dari rahim ibunya, ayahnya masih berada di Ambarawa melakukan penelitian untuk tugas akhir di UGM. Jadi untuk mengenang hal tersebut, ayahnya menyematkan kata Ambar pada nama tengahnya. Meski senang mengetahui namanya yang bersejarah, tapi dalam hatinya masih terbersit rasa tidak puas dengan penjelasan itu.Ayahnya pun berkata,” Nanti kamu akan tahu artinya, itu adalah doa dan harapan kami padamu.”

Karena tidak terlalu mengerti dengan apa yang diucapkan ayahnya, Ia memilih untuk tidak lagi ambil pusing dengan hal itu. Hari-hari pun berlalu, pendidikannya berlanjut ke SLTPN 1 Bengkulu (2001) dan mendapat ijazah SMA di SMUN 5 Bengkulu (2004).

Suatu hari, Ia melintas di depan sekumpulan ibu-ibu yang tengah mengerubuti sesosok bayi mungil dalam pelukan ibunya. Kemudian Ia mendengar salah seorang diantara mereka berceletuk, “ Wah, nama anak itu kan doa dan harapan ibu bapaknya”. Lalu Iateringat ucapan ayahnya dan langsung menuju warnet terdekat, searchingsana-sini, mencari arti namanya dan ia temukan jawabannya. Danang kurang lebih berarti laki-laki, Ambar berarti keharuman, Prabowo adalah gabungan dari dua kata yaitu pra berarti sebelum dan bowo berarti membawa.Setelah diutak-atik, gabungan makna dari setiap arti namanya adalah laki-laki yang membawa keharuman. Berangkat dari sini ia bertekad untuk mewujudkan doa dan harapan orangtuanya yang mereka ucapkan dalam sebuah nama itu.

IPB adalah tujuannya setamat SMA.Ia berhasil mendapat gelar Sarjana Perikanan (S.Pi) Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB. Lalu tahun ini, 2010, menikahi Riski Kurnia Ariyanti S.Si yang juga alumni IPB dan guru SDIT Ummul Quro Bogor di tahun ini.

Layaknya Gatotkaca yang digodok kekuatannya dalam kawah candradimuka, maka demikian pula halnya IPB bagi Danang. Institut bergengsi di Indonesia ini merepresentasikan kawah candradimuka bagi pria yang memiliki hobi membaca, menulis, traveling , dan senam ini. Danang benar-benar bisa melejitkan potensinya secara optimal di kampus IPB. Disanalah Sang Pembuat Jejak bermula.

Disana ia dipertemukan dengan Ust. Aris Ahmad Jaya, seorang pembicara dalam acara Achievement Motivation Center yang diselenggarakan DKM Al Hurriyah. Dengan iringan backsound musik instrumental gubahan komposer terkenal Jepang berjudul koi Sang Ustadz berhasil menghipnotis Danang dengan kata-kata motivasinya yang menghentak penuh semangat.

“ Banyak orang yang memiliki mimpi, namun mimpinya itu akhirnya tetap menjadi impian dan khayalan belaka. Alasannya adalah karena mereka menuliskan mimpi-mimpi mereka di dalam ingatan saja. Padahal ingatan manusia itu terbatas. Akibatnya kebanyakan dari mereka itu lupa dengan mimpinya dan ketika ingat kembali, waktu mereka telah habis dan hanya penyesalan yang dirasa.”

Demikian petuah Ust.Haris yang berhasil ia catat lalu dipublikasikan dalam blognya http://danangap.multiply.com/. Kalimat Ust. Aris yang juga ia ingat dan catat adalah,” Ubah! Ubah cara pandang Anda! Ubah bagaimana Anda menuliskan mimpi Anda. Jangan tulis dalam ingatan Anda yang terbatas, karena hal itu ibarat Anda menulis di atas pasir. Ketika angin bertiup, hilanglah tulisan itu. Tuliskan secara nyata. Di atas kertas. Tuliskan mimpi-mimpi Anda di atasnya. Tempatkan dimana Anda akan sering melihatnya. Jika Anda ragu-ragu tulis saja 100 target yang ingin Anda capai selama di IPB!

“. . . Dan nanti Anda akan lihat bagaimana luar biasanya Allah mewujudkan setiap mimpi-mimpi itu. Jauh lebih luar biasa dari yang bisa Anda bayangkan. Tuliskan segera dan suatu hari yang akan Anda lihat hanyalah coretan-coretan. Coretan karena Anda telah mencapainya.”

Dan itulah yang Danang lakukan, menuliskan 100 target hidupnya dalam dua lembar kertas buram kemudian menempelkannya di pintu lemari baju sehingga teman-temannya juga bisa dengan jelas melihatnya.

Babak ujian pun dimulai, komentar-komentar bernada sumbang mampir ke telinganya . “ Buat apa Nang kamu nulis repot-repot begitu?” atau “ Sombong banget sih lo!” ada lagi “ Udah Nang, ini bukan lagi zamannya untuk bermimpi. Realistis sedikit lah . .” Mendengar cemoohan dan kata-kata meremehkan dari teman-teman, akhirnya ia melepas dua lembar kertas itu lantas memindahkannya di atas tempat tidur. Ia bisa tetap melihatnya ketika hendak tidur tanpa ada lagi yang berkomentar sinis.

Pada akhirnya, sang waktu menjadi saksi keberhasilannya mencapai mimpi-mimpi itu. Satu per satu ia coret daftar rincian target-targetnya. Ia buktikan pada orang-orang yang dulu meragukan kemampuannya, bahwa Allah telah mewujudkan mimpinya bahkan rencana Allah jauh lebih luar biasa, persis seperti yang dikatakan Ust. Aris tempo lalu.

Berikut adalah mimpinya yang terwujud dan ia tuangkan dalam blognya.

“ Mahasiswa berprestasi . . meski awalnya hanya aku tuliskan setelah mendengar cerita mas Anuraga Jayanegara dan terinspirasi dari majalah-majalah mahasiswa, ternyata . . tak aku sangka akan bisa mencapainya. Bahkan hingga tingkat nasional dan menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang begitu bergengsi dan MTQ Mahasiswa Nasional . . tak ku sangka aku bisa kesana dengan cara-cara luar biasa dan tak terkira, padahal mulanya semua itu terinspirasi dari penuturan kakak tingkat atau teman-teman di kampus.

Setiap kali mengingat semua itu sepenggal lirik nasyid Justice Voice yang terinspirasi dari QS. Ar-Rahman terdengar begitu nyaring di kepalaku ‘ Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?’. Dan kini ketika menatap dua lembar kertas usang yang hampir tercerai berai itu . . 83. Ya. Target nomor 83 bertuliskan ‘Aku ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri setamat IPB’. Ternyata Allah membukakan jalan bagiku ke Jepang . . sebelum tamat dari IPB . . dan dimulailah jejak-jejak itu . .’

Ya. Ia lolos mengikuti short term exchange program at DAB Utsunomiya University, Japan tahun 2007-2008. Demikianlah kisah pria yang kini beralamat di jalan Babakan Raya (bara) 6 No.165 Rt.04 Rw.07 Darmaga Bogor 16680. Prestasinya telah bertumpuk seiring dengan tambahan coretan-coretan di dua kertas usangnya. Ia menjadi pemenang terbaik I delegasi Indonesia ke Bayer Eco-Minds Youth Forum 2009 di Auckland-Rotorua, New Zealand. Atas kisahnya yang inspiratif BEM KM IPB memberinya gelar The Most Inspiring People 2009, Bakti Pendidikan Untuk Generasi Bangsa (BUGS). Targetnya yang ke-147 ‘ Mengibarkan bendera merah putih di Gunung Fuji’ juga sudah berhasil ia coret. Bulan Oktober mendatang Ia akan berangkat ke Jepang lagi melanjutkan S2 di bidang Marine Biology di Ryukyus, Okinawa melalui beasiswa Monbukagakusho dari pemerintah Jepang . Sekarang ia menjadi trainer pemula pada ABco Sugesti Motivindo Bogor. Dengan segala pencapaiannya itu Ia telah mewujudkan harapan dan doa orangtuanya, menjadi laki-laki yang membawa keharuman.

Kita bisa memetik selaksa hikmah yang luar bisa dari pengalaman hidupnya.Menuliskan mimpi secara nyata di atas kertas ternyata sangat efektif untuk membantu kita mencapainya.Jangan pernah ragu menuliskannya secara detail.Tak perlu khawatir dengan cemoohan dan ejekan orang ketika melihat daftar target-terget kita. Jadilah seperti tokek budek yang terus merangkak mencapai puncak meski diolok-olok dan diremehkan, serta diragukan kemampuannya mencapai titik tertinggi tiang panjat pinang. Kita hanya butuh fokus pada tujuan kita. Niatkan sepenuh hati, berkomitmen penuh, dan take action!

Allah akan menilai sejauh mana usaha yang kita lakukan. Dia pula yang akan menentukan hasilnya. Dia hanya akan memberikan yang terbaik bagi hambanya yang tulus ikhlas, tidak mudah putus asa, bersungguh-sungguh, dan percaya bahwa pertolongan Allah itu dekat. Bahwa kita bisa!

Aku pun telah mengikuti jejak Danang Ambar Prabowo. Menuliskan mimpi-mimpiku di atas kertas, mulai dari hal-hal yang terlihat remeh-temeh hingga hal-hal yang terkesan sangat mustahil untuk dicapai. Kulakukan hal ini sejak sekitar setahun yang lalu,saat pertama kali menyaksikan film dokumenter Danang Ambar Prabowo berjudul Sang Pembuat Jejak.

Targetku nomor dua lulus UM UGM telah kucoret.Bahkan sampai sekarang rasanya masih sulitdipercaya telah hampir setahun aku tinggal di Jogja belajar bahasa dan sastra Arab, bahasa Qudwah hasanah umat Islam, bahasa Al-Quran, buku terlaris sepanjng zaman. Target yang pada akhirnya mengantarku untuk mencoret target-target berikutnya yaitu menjadi bagian dari FLP serta memenangkan beberapa kompetisi menulis tingkat lokal.Sebuah langkah awal untuk melangkah naik ke anak tangga keberhasilan selanjutnya.

Aku juga telah mencoret target yang terkesan mudah dicapai, meski sebenarnya hal itu tetap menjadi sesuatu yang berharga bagiku seperti misalnya ganti ponsel baru, belajar berwirausaha, memberi hadiah kepada seseorang, menonton film-film inspiratif, dan membeli buku-buku dalam rangka mewujudkanmimpi untuk membangun sebuah perpustakaan di rumah kemudian menyewakannya pada tetangga.

Begitu luar biasanya kekuatan sebuah mimpi. Maka, apa lagi yang harusditunggu? Lekas tuliskan mimpi-mimpi besar kita secara nyata.Di atas kertas.Percayalah bahwa kita bisa.Danang Ambar Prabowo telah membuktikannya pada kita semua. Never give up! Karena kita pasti bisa!

Data diri

Nama : DANANG AMBAR PRABOWO, S.Pi
TTL : Bantul, 1 Desember 1984
Hobi : Membaca, menulis, travelling, selam, dan fotografi
Motto Hidup : Apapun yang terjadi padaku adalah yang terbaik dari Allah bagiku
Alamat : Jl. Babakan Raya (Bara) 6 No. 165 RT.4 RW.7, Darmaga Bogor, 16680
HP : 0813-871-20-270
Email : danang_ap7@yahoo.uk/ danangaptujuh@gmail.com
Web : http://danangap7.multiply.com
Cita-cita : Menjadi dosen/peneliti atau bekerja di bidang kemanusiaan dan lingkungan hidup dibawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Riwayat Pendidikan dan Pelatihan
• Sarjana Perikanan (S.Pi) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (2009)
• Short Term Exchange Program at DAB Utsunomiya University, JAPAN (2007-2008)
• SMU Negeri 5 Kota Bengkulu (2001-2004)
• SLTP Negeri 1 Kota Bengkulu (1998-2001)
• SD Negeri 71 Pematang Gubernur, Kota Bengkulu (1997-1998)
• Intergrierte Gesamtscule (IGS), Mainz-Bretzenheim, Germany (1996-1997)
• Muenchfeld Grundschule, Mainz-Gonsenheim, Germany (1994-1996)
• SD Negeri Mandingmas II, Pranti Gadingharjo, DI Yogyakarta (1991-1994)
• Japanese Language Course, Kokusai Gakubu, Utsunomiya University, 2007
• Scuba Diving, One Star (A1) Internasional, Fisheries Diving Club (FDC)-IPB, 2007
• Selam Ilmiah dan Observasi Bawah Air, ITK-IPB, 2006
• Leadership and Lifeskill Training, Forum Indonesia Muda (FIM) IV, Cibubur 2006
• ESQ Leadership Training, Angkatan III Bogor, 2006
• Training for Trainer (TFT) Asisten Pendidikan Agama Islam (PAI) IPB, 2006
• Trainer to be Trainer (TBT) Asisten Pendidikan Agama Islam (PAI) IPB, 2005
• Daurah Marhalah (DM) 1, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komsat IPB, 2005

Riwayat Organisasi
•  Trainer Pemula pada ABCo Sugesti Motivatindo Bogor, 2005-sekarang
•  Anggota KOMPAS Citizen Photographer
•  Anggota Utsunomiya University Photography Club
•  Anggota Greenpeace International Forum: Louder Than World
•  Asisten PAI IPB 2005-2006
•  Asisten Trainer Character Building Centre (CBC) ABCo Training Centre Bogor
•  Ketua Dept. Infokom Forum Keluarga Muslim FPIK (FKM-C) 2005/2006
•  Wk. Ketua 2 Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (HIMITEKA) FPIK-IPB 2006/2007
•  Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) UKM IPB
•  Ikatan Mahasiswa Bumi Rafflesia (IMBR) Bengkulu, OMDA IPB
•  UKM Taekwondo Institut Pertanian Bogor
•  Marine Instrumentation & Telemetry (MIT) Club IPB 2006/2007
•  Pengurus DKM Al Hurriyah IPB, 2005/2006
•  Anggota Departemen Pengabdian Masyarakat, KAMMI Komisariat IPB 2005/2006
•  Anggota MPK SMU Negeri 5 Kota Bengkulu
• Tim Olimpiade Kimia Propinsi Bengkulu ke Tingkat Nasional 2002
• Departemen Syi’ar dan Hubungan Masyarakat RISMA Surya Ramadhan SMU Negeri 5 Bengkulu
• Ketua OSIS SMU Negeri 5 Kota Bengkulu 2002-2003
• Wakil Ketua 1 OSIS SMU Negeri 5 Kota Bengkulu 2001-2002
• Ketua Harian Taekwondo SMU Negeri 5 Kota Bengkulu 02-04
• Ketua Harian Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Ranting SLTP N 1 Kota Bengkulu

Prestasi dan Penghargaan
• Mahasiswa Berprestasi Peduli Lingkungan Hidup 2009, Rektor IPB Award
• The Most Inspiring People 2009, Bakti Pendidikan Utk Generasi Bangsa (BUGS) BEM KM IPB
• Pemenang Terbaik 1 Delegasi Indonesia ke Bayer Eco-Minds Youth Forum 2009 di Selandia Baru
• Finalis Terbaik Nasional Seleksi Beasiswa Ajinomoto Program Master ke Univ. of Tokyo, Jepang
• Pemuatan profil dalam Sampoerna untuk TUNAS BANGSA di Trans 7
• Pemuatan 3 Foto hasil Winter Photo Hunting di Majalah Maronie di Tochigi “Maronier”, Jepang
• Mahasiswa Berprestasi Terbaik 1 tingkat Nasional
• Finalis Seleksi Tahap II International Student Conference to Ibaraki University
• Juara 1 Lomba Karya Tulis Nasional ACTION-MISETA
• Juara 1 tim pameran IPB Lomba Gelar Produk Non-PKM di Pimnas XX 2007, Univ. Lampung
• Juara Harapan II Lomba Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an MTQ Mahasiswa Tk Nasional
• Mahasiswa Berprestasi Terbaik 1 Institut Pertanian Bogor (IPB)
• Juara II Bersama KIAS Lomba Nasyid PORIKAN
• Mahasiswa Berprestasi 1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
• Wakil IPB Pertukaran Pelajar ke Utsunomiya Univ. of Japan, 2007- Tochigi Prefecture (2007-2008)
• Finalis Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan (LITL) 2007, ITS Surabaya
• Peserta Lomba Karikatur Lingkungan Tk Nasional LITL-ITS
• Pemuatan Foto di Web Harian Bengkulu, “The White Mosque dan Bunga Pantai Panjang”
• Peserta Lomba Karikatur PIMNAS XIX di Universitas Muhammadiyah Malang
• Juara I bersama Tim Nasyid KIAS Lomba Nasyid PORIKAN
• Juara III LCT Biologi, FKIP Universitas Bengkulu
• Juara I LCT Kimia, FKIP Universitas Bengkulu
• Medali Perunggu Kejurda Taekwondo Pengda Cup I Kota Bengkulu
• Peserta Lomba Kimia X se-Sumatera, Universitas Andalas Padang
• Peringkat V Bintang Fisika Raflessia, Universitas Bengkulu
• Perwakilan Tim Olimpiade Kimia Propinsi Bengkulu ke Olimpiade Kimia Nasional, Jogjakarta
• Peserta Terbaik Pekan Apresiasi dan Kreativitas Siswa Tk. Nasional, Jakarta
• Medali Perak Kejurda Karate Danrem Cup II se-Propinsi Bengkulu
• 1st Winner English Speech Competition Tingkat SLTP & SLTA, Se-Propinsi Bengkulu
• Juara III, Drei WettKampf, Jugendsportfest, Wilayah Rhein Hessen, Germany