Prospektif Perjalanan Hidup yang Efektif

Archive for the ‘Karyaku’ Category

"Wah.. Sekolah Bagus" (Episode I)

Setelah menuliskan tentang ‘Pendapat untuk orang “Cerdas” ‘. Aku cukup terkejut melihat respek beberapa pembaca yang cukup membahagiakan. Bukan karena makin eksisnya blog ini, tetapi karena ternyata masih “banyak” yang peduli pada pendidikan di Indonesia.

(lebih…)

Night – Video

Sebuah video yang saya buat.

Silahkan di buka dengan klik di sini

Semoga bisa menginspirasi 🙂

 

 

(lebih…)

Cerbung : Sang Biru Langit – Episode 2

Seminggu setelah pertemuan pertama tersebut  aku begitu sibuk, aku berusaha menyelesaikan sebuah proyek yang kubangun bersama Randy, Ahmad dan beberapa teman liqoan lainnya. Kami berusaha membangun sebuah organisasi yang menghimpun anak-anak ikhwah dan yang ingin menjadi ikhwah.

“Apa sih tujuan dari organisasi itu? ” tanya Bu Mita  yang merupakan salah satu pengurus DPD partai yang biasa mengurus anak-anak ikhwah ketika kami mengajukan proposal untuk berdiri di bawah lembaga beliau. “Bukannya udah ada orang-orang dewasa yang menghandel?”

“Begini loh Bu. Seperti yang ibu lihat sendiri, anak-anak ikhwah akan merasa kurang sreg ketika orang dewasa yang mengadakan. Selain itu kebanyakan orang dewasa justru seakan sibuk pada urusannya sendiri. Justru dengan adanya organisasi ini Insya Allah dakwah lebih optimal.”

Begitulah sekilas tentang pengajuan proposal. Kini aku dan teman-teman hanya tinggal menunggu kepastian.

 

(lebih…)

Sahabat

Sahabat

Kau dulu sahabat

Saat tanganku kau jabat

Azzam pun menjadi kuat

Membina semangat ukhuwah yang tepat (lebih…)

Cerpen : Sang Mushalah Kecil

Sore itu, langit begitu terang. Tak tampak awan mendung sedikit pun di pelupuk langit. Padahal menurut para burung yang sempat singgah, saat ini sedang musim penghujan. Apalagi belakangan ini hujan seringkali turun ketika sore hari. Biasanya para siswa yang akan pulang pasti menghampiriku. Akan tetapi bukan untuk shalat atau membaca Al-Qur`an, mereka hanya berteduh menunggu jemputan dan angkutan umum. Parahnya lagi mereka justru seringkali tidak melepaskan sepatu mereka, dan justru mengotori tubuhku dengan sepatu mereka
Lokasiku memang strategis. Aku merupakan, bangunan sekolah yang terdekat dengan jalan raya. Akan tetapi, lokasi yang strategis tak membuat para siswa bahkan guru-guru tertarik mengunjungiku. Ketika waktu Ashar, para siswa lebih suka mengunjungi warung internet yang berada di seberang jalan raya, sedangkan para guru lebih suka menghabiskan waktu di kantor guru. Tinggallah aku sendiri. Sang musholah kecil. (lebih…)

Bayang Sesal

Langit tak gelap
Lentera pun bersinar
Lantunan simfoni malam pun kian sempurna

Sungguh bukan tanpa bulan
Yang ada tanpa harapan

Sungguh bukan desir angin
Yang ada asa membatin

Sungguh bukan tak ada bintang
Yang ada hanya bayang

Bayangmu
Bayang Sesalku

Ketika terhenyak dari buaian
Melantun lagu kesepian
Yang tak pernah sampai

Karena yang ada
Hanya…

Bayang Sesal

Rasa

Angin bermain canda
Ditengah indahnya malam
Memberi belai di tepi muka

Sepi menyimak
Wajahku bimbang terlihat
Cahaya pun tak tampak

Entah mengapa semua terbawa
Menghilang di ujung relung

Entah mengapa semua hampa
Terhempas ke lain dunia

Apakah ini semua….

Tanda ada rasa