Prospektif Perjalanan Hidup yang Efektif

Archive for the ‘Puisi’ Category

Sahabat

Sahabat

Kau dulu sahabat

Saat tanganku kau jabat

Azzam pun menjadi kuat

Membina semangat ukhuwah yang tepat (lebih…)

Iklan

Bayang Sesal

Langit tak gelap
Lentera pun bersinar
Lantunan simfoni malam pun kian sempurna

Sungguh bukan tanpa bulan
Yang ada tanpa harapan

Sungguh bukan desir angin
Yang ada asa membatin

Sungguh bukan tak ada bintang
Yang ada hanya bayang

Bayangmu
Bayang Sesalku

Ketika terhenyak dari buaian
Melantun lagu kesepian
Yang tak pernah sampai

Karena yang ada
Hanya…

Bayang Sesal

Rasa

Angin bermain canda
Ditengah indahnya malam
Memberi belai di tepi muka

Sepi menyimak
Wajahku bimbang terlihat
Cahaya pun tak tampak

Entah mengapa semua terbawa
Menghilang di ujung relung

Entah mengapa semua hampa
Terhempas ke lain dunia

Apakah ini semua….

Tanda ada rasa

Kaum Muda Islam

Kaum Muda Islam
Tak lebih dari setitik buih…
Dalam lautan hawa nafsu..

Terbawa..
Terombang ambing..
Dalam kebimbangan..
Dan kontroversi hawa nafsu..

Terjebak..
Dalam lautang cinta semu dunia..
Cinta tanpa ikatan suci..
Dan restu Sang Khaliq…

Terperangkap..
Dalam bujukan setan..
Hingga menjelma menjadi setan..
Dalam kehidupan semu dunia..

Terhapus..
Kesadaran akan Rabb yang di sembah..
Hingga memuja senjata-senjata..
Setan musuh abdi manusia..

Kaum Muda
Sungguh malu kulihat mereka..
Tapi sungguh llebih malu juga bila ku lihat cermin..
Kudapati diriku penuh dosa…

Ya Rabb…
Tak ingin aku hanya bisa menulis..
Tapi ingin bisa rasanya aku bisa bergabung..
Dalam naungan taubatmu..

Tapi entah mengapa..
Hati ini selalu ingin mencurahkan..
Apa yang ada didalamnya…

Kerinduan

Lonely

Terjebak sang rusa ditengah danau..

begitu tenang….

tenang,,

tanpa riak,,

namun ia tetap tenggelam….

 

Terjebak daku dalam kesibukan…..

begitu menyenangkan,,

menyenangkan,,

tanpa kegelisahan,,

numun diri tetap merindu…

 

Diri ini tetap merindu lapisan awan putih menghiasi langit biru..

Diri ini tetap merindu lembayung senja di ujung dunia,,

menyaksikan betapa indahnya lukisan alam,,

yang bersamanya..

ada kebebasan..

ketentraman..

kedamaian..

kemewahan yang mungkin tak terbandingkan,,

sebagai hasil tafakuri alam..

 

Daku mungkin tak jauh beda dengan sang alif kecil,,,

yang terlantun dari suara merdu snada,,,

Hasrat Cinta

i love Allah

……………

Bila sudah tak mungkin

Walau hasrat itu masih ada

membuncah dalam hati…

 

Namun..

 

Biarlah cintaku melayang jauh..

Seberat apa pun hati menahannya…

Sehina apa pun kisah bersamanya…

 

Dan biarlah….

Kicau burung menceritakan semua…

Para gunung mendengar semua..

dan Bintang menertawakan semua

 

Namun perasaanku tenang..

Cinta semu itu telah pergi..

Bersama Perasaan Keduniaan…

 

Dan biarkan aku menceritakan..

Cinta Sejatiku….

 

Engkau Ya Rahman……