Prospektif Perjalanan Hidup yang Efektif

Posts tagged ‘biru’

Cerbung : Sang Biru Langit – Episode 2

Seminggu setelah pertemuan pertama tersebut  aku begitu sibuk, aku berusaha menyelesaikan sebuah proyek yang kubangun bersama Randy, Ahmad dan beberapa teman liqoan lainnya. Kami berusaha membangun sebuah organisasi yang menghimpun anak-anak ikhwah dan yang ingin menjadi ikhwah.

“Apa sih tujuan dari organisasi itu? ” tanya Bu Mita  yang merupakan salah satu pengurus DPD partai yang biasa mengurus anak-anak ikhwah ketika kami mengajukan proposal untuk berdiri di bawah lembaga beliau. “Bukannya udah ada orang-orang dewasa yang menghandel?”

“Begini loh Bu. Seperti yang ibu lihat sendiri, anak-anak ikhwah akan merasa kurang sreg ketika orang dewasa yang mengadakan. Selain itu kebanyakan orang dewasa justru seakan sibuk pada urusannya sendiri. Justru dengan adanya organisasi ini Insya Allah dakwah lebih optimal.”

Begitulah sekilas tentang pengajuan proposal. Kini aku dan teman-teman hanya tinggal menunggu kepastian.

 

(lebih…)

Iklan

Langit Itu, Kini Biru

Perubahan iklim memang telah menyebabkan berbagai dampak, diantaranya adalah panjangnya musim hujan, yang berdampak seringnya muncul awan, yang berdampak jarangnya ku jumpai langit biru.

Masih segar di ingatanku ketika hujan selalu terjadi di siang hari. Atau jika tidak hujan maka awan gelap akan menutupi langit biru. Entah mengapa keindahan langit pun seakan sirna.
Namun kemarin ku dapati langit begitu biru, indah merona. Sebuah pemandangan yang membuatku berdeak kagu. Akan tetapi aku yakin tak banyak yang kagum seperti diriku. Mungkin mereka hanya merasa itu hal yang biasa, bahkan jika mereka tahu aku nekad memfoto “langit biru” mungkin mereka akan tertawa. Padahal di saat langit begitu gelap, mereka merindukan sang langit biru.

Aku sendiri memang sangat menyukai langit biru, karena ia telah mencerminkan begitu indhanya sebuah kebebasan. Langit biru tak pernah kutemui berujung.  Hal itu sangat identik dengan keinginanku menemukan arti kebebasan. Hingga kusadari langit biru juga pernah tertutup awan, tetapi di balik awan itu sang langit biru tetap bebas tak terputus.

Filosofi sang langit pun membuatku  menyadari, kebebasan selalu ada, di mana pun, dan kapan pun. Akan tetapi terkadang ia tertutup beberapa peraturan yang sebenarnya takkan memutus arti sebuah kebebasan.